Keindahan alam Nusantara bagai surga di Bumi. Keindahan itu bahkan juga bisa disaksikan di bagian ujungnya, termasuk di Pulau Weh.

Pulau Weh yang juga dikenal dengan Sabang merupakan titik nol kilometer di Indonesia bagian barat. Sabang sendiri merupakan sebuah pulau vulkanik aktif di bagian barat laut Pulau Sumatra.

Sedangkan Kota Sabang merupakan pos terdepan di ujung utara Indonesia. Bagi wisatawan Indonesia, Sabang memang belum sepopuler Bali, Lombok, atau Yogyakarta.

Tapi ini tak jadi halangan buat traveler untuk menyambangi Pulau Weh. Banyak spot seru yang bisa kamu kunjungi di Sabang, Pulau Weh.

Apalagi ujung barat Indonesia ini juga memiliki banyak spot menyelam dan berselancar.

Dikutip dari TribunTravel, titik nol kilometer bagian Indonesia memiliki deretan spot wisata yang bisa kamu kunjungi di Pulau Weh.

1. Ujung Seuke, Sabang.

instagram.com/explore.sabang

2. Pantai Iboih, Sabang.

instagram.com/explore.sabang

3. Pantai Pasir Putih, Sabang.

instagram.com/explore.sabang

4. Pantai Sumur Tiga, Sabang.

instagram.com/explore.sabang

5. Benteng Jepang, Sabang.

instagram.com/explore.sabang

6. Goa Sarang, Sabang.

instagram.com/explore.sabang

7. Pantai Anoi Itam, Sabang.

instagram.com/explore.sabang

8. Tugu Nol Kilometer, Sabang.

instagram.com/hendigraphic

9. Bukit Klah, Sabang.

instagram.com/indahagness

10. Pantai Kasih, Sabang.

instagram.com/rubenmnk

11. Pantai Tapak Gajah

instagram.com/surga.nusantara

12. Pulau Rubiah

instagram.com/galingprima45

 

 

Peristiwa tsunami Aceh yang terjadi Minggu, 26 Desember 2004 itu menelan korban lebih dari 500 ribu nyawa. Selain itu, ribuan banguan hancur lebur. Benar-benar bencana yang menyedihkan, dan patut mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan korban tsunami tersebut.

Namun setelah bencana besar tersebut, pemerintah dan masyarakat tak berputus asa. Mereka bahu-membahu membangun kembali Aceh.

1. Monumen Aceh Thanks to the World di Lapangan Blang Padang

Foto : Disbudpar Aceh

Di sekeliling lapangan, didirikan monumen yang bertuliskan kata ‘Terima Kasih’ dan ‘Damai’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa puluhan negara yang telah membantu Aceh. Sebagai tempat rekreasi, pengunjung biasanya berlari mengelilingi lapangan sambil menengok satu per satu monumen dengan tulisan kata tersebut. Di tempat ini juga banyak pedagang makanan yang menjajakan kuliner khas Aceh.

2. Kapal di Atas Rumah (Boat on the Roof)

Terletak di Lampulo, Banda Aceh. Ini merupakan situs peristiwa tsunami, yakni sebuah kapal feri yang berlabuh di atas atap rumah penduduk. Di dalam situs ini terdapat informasi detail tentang apa yang dialami kapal tersebut sewaktu peristiwa tsunami.

Kapal ini telah menyelamatkan 59 awak yang hendak bepergian ke Lhoksumawe pada pagi hari sesaat sebelum tsunami. Setelah diterpa badai tsunami, mereka berhasil selamat dengan berlabuh di atap rumah pasangan Misbah dan Abasiah. Konon sewaktu surut, salah satu awak kapal melihat seekor buaya besar berada di daratan bawah kapal.

3. Kapal PLTD Apung I

Foto : Serambi Indonesia

Letaknya di Desa Punge, Blang Cut, Jaya Baru, Banda Aceh. Sama seperti kapal sebelumnya, ini merupakan kapal yang terdampar ke tengah daratan. Bedanya, Kapal PLTD Apung I ini ukurannya lebih besar. Di sekitar pintu masuk situs ini terdapat monumen tsunami. Pengunjung dapat naik langsung ke bangkai kapal ini untuk melihat pemandangan kota dari atas kapal.

4. Taman Edukasi Tsunami

foto: nelva-amelia.blogspot.co.id

Taman Edukasi Tsunami berlokasi dekat dengan kapal PLTD Apung I. Memiliki luas 4500 meter kubik dan berlokasi di Desa Punge, Blang Cut, Jaya Baru, Banda Aceh. Taman ini menyediakan informasi tentang tsunami, kesaksian sejarah, serta foto-foto tsunami di Aceh. Selain itu, taman ini juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi, termasuk taman bermain, teater, dan fasilitas publik seperti rest area dan sebagainya.

5. Museum Tsunami

6. Masjid Baiturrahman, Banda Aceh

Foto: Steemit.com

Pada tahun 1612, masjid ini pertama kali dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda, Kesultanan Aceh. Masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar di Aceh. Ketika diterpa tsunami, bangunan masjid ini selamat dan hanya terdapat kerusakan kecil saja. Bahkan, ketika itu, masjid ini dijadikan tempat perlindungan masyarakat Aceh dari serbuan gelombang tsunami. Masjid ini berada di Jalan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

7. Masjid Rahmatullah

Foto : IndonesiaKaya.com

Terletak di Pantai Lampuuk, Lhoknga, Aceh Besar, masjid ini juga selamat dari serangan badai tsunami. Pantai Lampuuk sendiri terkenal dengan pasir putihnya, dan mulai digunakan sebagai tempat selancar internasional. Saat tsunami, masjid Rahmatullah merupakan satu-satunya bangunan yang masih berdiri kokoh diantara puing-puing kehancuran bangunan lainnya, padahal jaraknya dengan bibir pantai hanya 500 meter. Fotonya pasca kejadian tsunami sangat epic, dan tersebar viral ke masyarakat dunia. Kini masjid ini dianggap sebagai saksi bisu paling dekat dengan peristiwa tsunami Aceh.

8. Kubah Masjid Al-Tsunami

Wisatasabang.com

Kubah masjid dengan berat 80 ton ini berada di Desa Gurah, Peukan Bada, Aceh Besar. Kini kubah tersebut dikenal dengan sebutan Kubah Masjid Al-Tsunami. Sebelumnya kubah ini merupakan kubah masjid jami’ di Desa Lamteungoh, Peukan Bada, Aceh Besar. Seluruh bangunan masjid jami rusak dan hanya menyisakan kubah berdiameter 4×4 meter ini. Dengan kekuatan gelombang tsunami, kubah itu terseret arus sejauh 2,5 kilometer dan beberapa orang dikabarkan selamat berada di dalamnya. Sekarang situs ini juga ramai dikunjungi sebagai tempat rekreasi.

Sumber : Brilio.