BEKASI, Jelajah.co – Pengamat sosial sekaligus tokoh masyarakat Kota Bekasi, Frits Saikat, mengeluarkan kritik tajam terkait kasus dugaan cuti tambahan yang diambil oleh Direktur Utama RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi pasca libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini dinilai bertentangan dengan edaran pemerintah kota yang mewajibkan aparatur yang langsung melayani masyarakat untuk kembali bekerja sesuai jadwal.
“Sebagai pimpinan di institusi kesehatan yang memiliki peran vital bagi masyarakat, tindakan seperti ini sangat disayangkan,” ujar Frits Saikat dalam keterangan persnya, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, RSUD adalah lembaga yang harus siap siaga 24 jam, terutama pasca libur panjang di mana kebutuhan layanan kesehatan masyarakat cenderung meningkat. Edaran yang dikeluarkan pemerintah kota bukan hanya sekadar aturan administrasi, melainkan bentuk komitmen untuk menjamin kepastian layanan publik.
“Keteladanan dari pimpinan adalah fondasi utama kedisiplinan seluruh jajarannya. Jika pucuk pimpinan sendiri tidak patuhi aturan, bagaimana bisa mengatur dan mengevaluasi kinerja bawahannya?” tegasnya.
Frits juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik dibangun melalui kredibilitas dan kehadiran nyata para pelayan masyarakat, terutama pada level kepemimpinan.
“Ini bukan hanya masalah absensi, melainkan tentang integritas jabatan publik. Masyarakat berhak mendapatkan layanan yang optimal, dan presensi pemimpin di posisinya adalah bagian dari tanggung jawab tersebut,” tambahnya.
Sebagai tokoh yang akrab dengan kondisi masyarakat bawah, Frits menyatakan bahwa kasus ini bisa menjadi contoh buruk jika tidak ditindaklanjuti dengan tepat. Ia mendorong pemerintah kota Bekasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah tegas sesuai peraturan yang berlaku.
“Kita berharap pihak manajemen RSUD juga segera memberikan klarifikasi terbuka agar isu ini tidak menjadi sumber kesalahpahaman di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Frits Saikat dikenal sebagai aktivis kemanusiaan dan pengamat sosial yang telah lama berkiprah di Kota Bekasi, dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat miskin serta anak jalanan.








