• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 4 Februari 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara

KPK Tuding Hasto Aktor Intelektual Kasus Suap Eks Komisioner KPU

Redaksi by Redaksi
16 Mei 2025
in Nusantara, Pemerintahan, Politik
A A
Ist

Ist

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Jelajah.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuding Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebagai aktor intelektual dalam kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Hal ini diungkapkan langsung oleh penyidik KPK Arif Budi Raharjo dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (16/05/2025).

Menurut Arif, tudingan tersebut merujuk pada hasil pemeriksaan terhadap saksi Saeful Bahri serta sejumlah bukti petunjuk lain, termasuk percakapan antara Donny Tri Istiqomah dan Harun Masiku.

“Bukti petunjuk yang kami temukan itu dari bukti percakapan Donny Tri Istiqomah,” ujar Arif di hadapan majelis hakim.

BACA JUGA

Triga Lampung Tagih Kejagung Usut Dugaan Gurita Kejahatan Terstruktur PT SGC

3 Februari 2026

Triga Lampung Desak Kemhan Ukur Ulang Eks HGU SGC dan Kembalikan Tanah Rakyat

2 Februari 2026

KPK menilai Hasto memiliki peran sentral dalam mendorong pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019–2024 dari Riezky Aprilia kepada Harun Masiku. Dalam dakwaan, Hasto diduga terlibat dalam pertemuan dan komunikasi yang mengarah pada dugaan suap sebesar 57.350 dolar Singapura atau setara Rp600 juta kepada Wahyu Setiawan, agar KPU mengakomodasi permohonan PAW tersebut.

Tak hanya itu, Hasto juga didakwa merintangi penyidikan dengan menyuruh Harun Masiku, melalui penjaga Rumah Aspirasi, untuk merendam ponsel ke dalam air guna menghilangkan jejak komunikasi usai operasi tangkap tangan terhadap Wahyu Setiawan. Ia juga disebut memerintahkan ajudannya, Kusnadi, melakukan tindakan serupa.

Merespons tudingan tersebut, Hasto membantah keras dianggap sebagai aktor intelektual dalam kasus tersebut. Ia menilai langkahnya adalah bagian dari proses hukum yang sah dilakukan oleh partai politik.

“Itu dianggap sebagai aktor intelektual. Padahal apa yang saya lakukan terhadap proses awal adalah suatu tindakan konstitusional, sebagai hak resmi partai politik untuk melakukan judicial review ke Mahkamah Agung dan meminta fatwa,” ujar Hasto kepada awak media usai persidangan.

Ia menekankan, tindakan tersebut adalah langkah organisatoris, bukan pribadi. Hasto bahkan membandingkan dengan prosedur di KPK yang juga dilakukan atas nama institusi, bukan individu.

“Jadi bukan berarti yang mengeluarkan sprinlidik lalu dianggap sebagai aktor intelektual,” imbuhnya.

Hasto kini dijerat dengan Pasal 21 dan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 65 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Red)

Previous Post

Pengembang Indonesia Lampung Siap Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo

Next Post

Mendagri: Pemda Prioritaskan Kualitas Pembangunan SD

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

19 Januari 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Hampir Setahun Memimpin, Aktivis Nilai Kinerja Bupati Lampung Utara Jauh dari Janji Kampanye

12 Januari 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.