• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Selasa, 18 Agustus 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Menag: UIN Harus Cetak Cendekiawan Muslim, Bukan Sekadar Ilmuwan

Redaksi by Redaksi
13 September 2025
in Lampung, Pendidikan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bandar Lampung, Jelajah.co – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya dituntut mencetak ilmuwan, melainkan harus melahirkan cendekiawan muslim.

Hal itu disampaikan Menag dalam kunjungan kerjanya ke Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Jumat (12/09/25).

Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara ilmuwan, intelektual, dan cendekiawan. Ilmuwan hanya menguasai ilmu dan metodologi, intelektual mengamalkan ilmunya, sedangkan cendekiawan berada pada level tertinggi karena mampu menghadirkan resonansi sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA

Oplus_16908288

Dua Bulan Berjalan, Kuasa Hukum Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Prioritaskan Perkara

14 Agustus 2026

Pasca Pembakaran Fasilitas PT BSA, Wahrul Fauzi Desak ATR/BPN Evaluasi HGU

13 Agustus 2026

“Semua cendekiawan itu intelektual, tapi tidak semua intelektual itu cendekia. Semua intelektual itu ilmuwan, tapi tidak semua ilmuwan itu intelektual. Yang paling tinggi adalah cendekia. Nah, yang akan kita cetak di UIN ini bukan hanya ilmuwan, bukan hanya intelektual, tapi cendekiawan muslim,” tegas Menag, 12/09/25.

Ia juga menekankan mahasiswa UIN dituntut tidak hanya mengandalkan konsentrasi pikiran (concentration), tetapi juga kontemplasi batin (contemplation).

“Ada ilmu yang ditemukan dengan konsentrasi, ada yang dengan kontemplasi, dan ada yang membutuhkan keduanya. Konsentrasi itu iqra, sementara kontemplasi adalah bismirabbik. Integrasi keduanya akan melahirkan keilmuan yang utuh,” jelasnya.

Dalam arahannya, Menag menyinggung pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, ilmu tanpa cinta akan kehilangan berkah.

“Tanpa cinta, tidak ada berkah. Banyak orang pintar tapi kurang ajar. Mengajar dengan rasa jauh lebih berkah daripada sekadar dengan rasio,” ujarnya.

Prof. Nasaruddin juga mengungkap harapannya agar UIN RIL mampu menjadi rumah peradaban seperti Baitul Hikmah pada masa kejayaan Islam.

“Saya ingin sekali Baitul Hikmah ada di Lampung ini. Jangan sampai UIN hanya melahirkan ahli ilmu tanpa arah, tapi harus melahirkan karya monumental dari integrasi logika, rasa, dan spiritualitas,” pesannya.

Menutup arahannya, Menag mengingatkan pentingnya sikap ikhlas dan pantang menyerah dalam menjalankan amanah akademik.

“Capek mengeluh itu aqidah yang cacat. Kita hidup untuk mengabdi sebagai hamba dan khalifah. Kalau masih mengeluh, jangan jadi hamba,” pungkasnya.

Dalam kunjungan kerja di UIN RIL, Menag juga meresmikan dua fakultas baru, yakni Fakultas Psikologi Islam dan Fakultas Sains dan Teknologi, serta meninjau maket kampus yang tengah mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran. (Red)

Previous Post

Menag Resmikan Dua Fakultas Baru di UIN Raden Intan Lampung

Next Post

Dirga Al-Fatih Siap Mewakili Lampung dalam ajang FLS3N Tingkat Nasional

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Warga Muara Malungai Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang, Sampaikan Protes Kondisi Jalan Rusak; PUPR Barsel Turunkan Alat Berat

8 Agustus 2026

Pemkab Barsel Pastikan Gaji PPPK Tetap Aman Ditengah Efisiensi

11 Agustus 2026

213 Pejabat Pemkab Barsel Dilantik, 111 Promosi dan 55 Mutasi

12 Agustus 2026

Haru! Nenek 91 Tahun Hadiri Upacara 17 Agustus 2026, Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Barsel

17 Agustus 2026

7 Bulan Hak Belum Dibayar, Eks Karyawan Tahan Unit Hauling Batubara di Barito Selatan

20 Juli 2026

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Tabak Kanilan, Diduga Akibat Truk Sawit Bertonase Tinggi

30 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.