Bandar Lampung, Jelajah.co – Rapat Kerja (Raker) Pemantapan Program Kerja dan Anggaran Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Tahun 2026 menghasilkan sejumlah rumusan strategis untuk arah pengembangan institusi ke depan.
Rumusan tersebut dibacakan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Bambang Irfani, di hadapan Rektor, pimpinan universitas, serta peserta raker, Sabtu (18/04/2026) malam.
Dalam pemaparannya, Bambang menyebutkan empat isu strategis utama yang menjadi fokus Raker 2026, yakni pendirian Fakultas Kedokteran, mempertahankan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul, peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta peningkatan jumlah mahasiswa baru.
Selain itu, raker juga merumuskan sejumlah langkah strategis, di antaranya pengembangan program pengelolaan lingkungan berbasis waste to energy sebagai bagian dari ekoteologi, sekaligus mendukung target Indonesia bebas sampah 2029.
Penguatan wakaf produktif turut menjadi perhatian, dengan mendorong pembentukan lembaga nazir dan pusat layanan wakaf profesional sebagai bagian dari pembangunan dana abadi kampus.
Raker juga merekomendasikan penambahan program studi baru yang dinilai relevan dengan kebutuhan pasar, seperti Tarjamah, Pariwisata Syariah, Ilmu Hukum, Desain Komunikasi Visual, Administrasi Kesehatan, hingga Fisika Medis, termasuk sejumlah program pascasarjana.
Untuk mendukung peningkatan mahasiswa baru, raker menekankan pentingnya penguatan tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang terintegrasi hingga tingkat program studi.
Di sisi lain, optimalisasi kerja sama nasional dan internasional juga didorong melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik seperti bootcamp, summer camp, dan cultural camp.
Raker juga menegaskan percepatan pembukaan Fakultas Kedokteran melalui pemenuhan regulasi, penguatan SDM, penyediaan sarana prasarana, serta kemitraan dengan rumah sakit.
Penguatan digital branding menjadi bagian penting dalam strategi, melalui publikasi capaian tridharma, prestasi dosen dan mahasiswa, serta inovasi kampus secara terintegrasi.
Selain itu, pengembangan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) didorong sebagai alternatif layanan pendidikan yang lebih fleksibel.
Dalam aspek tata kelola, raker menekankan penajaman program berbasis kinerja agar anggaran yang digunakan lebih efektif dan berdampak nyata, termasuk rasionalisasi belanja administrasi.
UIN RIL juga didorong mengimplementasikan sistem manajemen pendidikan berbasis standar internasional seperti ISO 21001, ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 17025.
Untuk peningkatan reputasi global, kampus menargetkan akreditasi internasional serta penguatan pemeringkatan dunia seperti QS World University Rankings, Webometrics, THE Impact Rankings, dan UI GreenMetric.
Pendampingan intensif juga akan dilakukan terhadap sejumlah program studi prioritas menuju akreditasi unggul, serta mendorong internasionalisasi dosen melalui program visiting lecturer.
Peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan turut menjadi fokus, termasuk penguatan kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan studi.
Hasil rumusan tersebut selanjutnya diserahkan kepada Rektor UIN Raden Intan Lampung sebagai dasar implementasi program kerja ke depan. (*)








