Sulawesi Utara, Jelajah.co – Bencana banjir bandang melanda Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan enam lainnya dilaporkan hilang.
Banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan aliran sungai meluap dan menimbun permukiman warga. Dampak paling parah tercatat di Desa Batusenggo, Desa Peling, Desa Laghaeng, dan Kelurahan Bahu.
Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan mengimbau warga tetap tenang serta waspada menghadapi kondisi alam yang tidak menentu. “Kami meminta masyarakat untuk mengikuti arahan petugas dan menghindari lokasi rawan banjir sambil menunggu penanganan darurat,” ujar Kalangit.
dikutip dari liputan6.com, Korban meninggal tercatat antara lain Alfian Anise, Priscila Saol, Aleksius Olongsongke, Silvia Pamondorang, Rafles Kobis, Hermina Maningide, Florensi Bawote, Juanita Bangsa, Santi Diamanis, Swinggli Dalending, Angkol Tamalongehe, dan Hermina Maningide di Kelurahan Bahu.
Sementara korban hilang meliputi Ratmon Bangsa, Adris Pianaung, Leon Pianaung, Kairis Kansil (bayi), Vardilin Tamalongehe, dan Azriel Tatambihe (balita). Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD setempat masih melakukan pencarian korban hilang serta evakuasi warga terdampak.
Selain korban jiwa, banjir bandang juga merusak sejumlah rumah dan infrastruktur, termasuk jembatan dan akses jalan utama, sehingga menimbulkan kesulitan mobilisasi bantuan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait telah menyiagakan posko darurat dan mendistribusikan bantuan logistik bagi warga terdampak. (Red)






