• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Selasa, 28 Juli 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Kalteng

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

Redaksi by Redaksi
19 Januari 2026
in Kalteng
A A
Share on FacebookShare on Twitter

​BARITO SELATAN, Jelajah.co – Sekelompok massa yang tergabung dalam Masyarakat Adat Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, menggelar aksi pernyataan sikap tepat di atas Jembatan Kalahien, Senin (19/01/2026).

​Dengan membawa bendera Merah Putih dan senjata tradisional, mereka menyuarakan penolakan keras terhadap rencana pengelolaan alur sungai dan jembatan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang berasal dari luar wilayah Kalimantan Tengah.
​
Dalam orasi yang dibacakan oleh koordinator aksi, masyarakat adat menegaskan posisi mereka sebagai garda terdepan yang selama ini menjaga keamanan dan aset Jembatan Kalahien yang membentang di atas Sungai Barito.

​”Kami Masyarakat Adat Dayak Desa Kalahien menyatakan menolak pengelolaan oleh BUP dari luar daerah Kalimantan Tengah,” tegas perwakilan warga dalam video pernyataan yang diterima redaksi Jelajah.co.
​
Surati Presiden Prabowo
​
Aksi ini juga ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam tuntutannya, warga meminta Presiden untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan kedaulatan masyarakat lokal dalam mengelola wilayahnya sendiri.

BACA JUGA

DPD AWPI Kalteng Audiensi dengan Wakil Gubernur, Bahas Persiapan Kongres Nasional II AWPI 2026

28 Juli 2026

Pemkab Barito Selatan Sambut Audiensi PT Asuransi Umum Bumida 1967, Bahas Peluang Kolaborasi dan Peningkatan PAD

27 Juli 2026

​”Kepada yang terhormat Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami yakin Bapak seorang patriot sejati. Tidak mungkin membiarkan kami di sini dijajah oleh bangsa sendiri,” ujar sang orator dengan lantang.
​
Warga merasa bahwa masuknya pihak luar untuk mengambil alih pengelolaan sektor vital di wilayah adat mereka merupakan bentuk ketidakadilan. Mereka menekankan bahwa selama ini masyarakat lokal telah diberdayakan dan mampu menjaga kondusivitas wilayah aliran sungai (DAS) Barito.
​Ancam Lakukan Perlawanan

​Suasana aksi sempat memanas ketika massa menyuarakan kesiapan mereka untuk mempertahankan hak-hak adat. Teriakan semangat dan seruan perang khas Dayak terdengar menggema di akhir pernyataan sikap.

​”Ingat, jangan lagi kami dijajah oleh bangsa sendiri. Kami siap untuk melawan!” seru massa serempak sambil menghunuskan mandau ke udara sebagai simbol keberanian menjaga tanah leluhur.

​Aksi damai ini ditutup dengan seruan Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata, yang merupakan salam persatuan masyarakat Dayak, serta pekik “Lawan!” yang diteriakkan berulang kali.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai tuntutan warga Desa Kalahien tersebut.(*)

Previous Post

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Kali Alam, Polsek Medan Satria Bersama Tiga Pilar Siaga Evakuasi Warga Kalibaru

Next Post

Modus Pura-pura Tanggung Jawab, Penabrak di Depan RS Kasih Ibu Kabur Tinggalkan Nomor Palsu ​

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Tikam Sepupu Saat Ritual Adat Wara, Pria di Barsel Diamankan Polisi

12 Juli 2026

HUT ke-67, Pemkab Barsel Fokus pada Kegiatan Sederhana

13 Juli 2026

Kodim 1012/Buntok Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Aset PT AC, Satu Paket Diduga Sabu Turut Disita

14 Juli 2026

Ketua LPLHN Kalimantan Tengah Nanang Suhaimi Meninggal Dunia

18 Juli 2026

Pemkab Barsel Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan Dua Desa, Tim Verifikasi Segera Turun ke Lapangan

8 Juli 2026

7 Bulan Hak Belum Dibayar, Eks Karyawan Tahan Unit Hauling Batubara di Barito Selatan

20 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.