Kota Bekasi, Jelajah.co – Beberapa hari lalu dinas pemuda dan olahraga berserta kecamatan Bekasi Timur melakukan penggusuran dilapangan multiguna Margahayu Bekasi Timur, dengan menggunakan alat berat melakukan penggusuran bangunan warung dimiliki warga, salah satu pemilik warung yang sering disapa emak menyampaikan kepada awak media bahwa pembongkaran yang dilakukan pihak Dispora dan kecamatan bersama satpol PP telah melukai hatinya dimana terdapat beberapa barang dagangan serta tabungan yang disimpan hilang, pembongkaran yang tidak humanis serta menjunjung tinggi kemanusiaan telah memakan korban rakyat kecil.
“Pas pembongkaran saya lagi tidak dilokasi, dan datang setelah warung dibongkar oleh Beko, barang-barang dagangan serta beberapa tabungan yang sengaja disimpan untuk lebaran tertimbun dibangunan dan beberapa dokumen penting diwarung hilang” ujar emak
Selain itu juga emak juga sangat menyayangkan pembongkaran dilapangan multiguna tebang pilih terdapat bangunan juga yang dimiliki oleh oknum Dispora tidak dibongkar.
“Punya oknum Dispora J yang dekat gedung kreatif center tidak dibongkar, tidak ada keadilan bagi saya rakyat kecil, diduga ada oknum yang menjadi beking diwarung tersebut, seharusnya penggusuran jangan pilih kasih” ketusnya.
Sementara itu Forum Mahasiswa Bekasi menyayangkan pembongkaran yang tidak menjunjung kemanusiaan dan asas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, selama Camat Bekasi Timur saat ini dijabat oleh Arie Halimatussadiyyah yang baru menjabat telah banyak membongkar pedagang kecil tanpa ada solusi yang pasti dari pemerintah, serta tidak menggunakan dialog dengan pemilik warung.
“Camat mau jadi Ratu Bongkar, awas doa orang kecil dan teraniaya selalu dikabulkan oleh Allah, Bu camat semoga segera sadar dalam bertindak, pembongkaran tanpa perikemanusiaan merupakan kezholiman” ujar Hidayat.
Hidayat juga meminta kepada Wali Kota Bekasi untuk segera mengevaluasi total penggusuran di wilayah Bekasi Timur karena dianggap tebang pilih, serta mempersulit rakyat menjelang Idhul Fitri.
“Wali kota Bekasi harus segera mengevaluasi penggusuran di wilayah Bekasi Timur, kerena pejabat yang hadir Terutama camat tidak berani melakukan penggusuran yang diduga milik oknum jangan sampai kalau punya ordal tidak digusur sedangkan punya rakyat kecil digusur ” tutup Hidayat.








