• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

BUMDes Kilu Andan Disorot, Dugaan Bagi Hasil dan Nepotisme Mengemuka

Redaksi by Redaksi
6 Februari 2026
in Lampung
A A
Oplus_16908288

Oplus_16908288

Share on FacebookShare on Twitter

Pesisir Barat, Jelajah.co – Praktik pengelolaan dan pembagian hasil Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kilu Andan di Pekon Penyandingan, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, mulai disorot publik. Sorotan itu muncul setelah sejumlah informasi yang beredar belakangan ini dinilai membuka tabir pengelolaan dana desa yang selama ini nyaris tak tersentuh pemberitaan.

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa skema pembagian hasil BUMDes Kilu Andan telah berjalan dengan pola tertentu, yakni 50 persen untuk BUMDes, 30 persen untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) pekon, dan 20 persen untuk Lembaga Himpun Pemekonan (LHP).

“Selama ini tidak ada yang memberitakan. Padahal praktik ini benar-benar terjadi. Saya justru mengapresiasi jika berita ini menjadi pintu pembuka agar publik tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar narasumber kepada awak media, Jumat (06/02/2026).

BACA JUGA

Riza Fahlevi Resmi Pimpin PKB Pesisir Barat Periode 2026–2031

11 Juni 2026

Polisi dan Warga Berhasil Hentikan Truk Rem Blong, Cegah Korban Jiwa di Tulang Bawang

6 Juni 2026

Namun, yang dinilai lebih ironis, lanjut dia, struktur kepengurusan BUMDes disebut-sebut diisi oleh orang-orang yang masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan oknum peratin berinisial R.

“Ketua, sekretaris, dan bendahara itu saudara dekat semua. Sangat mungkin dana bagi hasil ini masuk ke kantong pribadi. Saya yakin semuanya sudah diatur agar terlihat rapi,” ucapnya sambil menyeruput kopi.

Potensi Jerat Hukum

Merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku, dugaan penggelapan dana BUMDes oleh pengurus atau pengelola dapat dikenakan pasal berlapis. Jika dana dikuasai karena jabatan lalu digunakan untuk kepentingan pribadi, maka dapat dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun, atau Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman pidana hingga 5 tahun penjara.

Warga Mengaku Tak Tahu

Di sisi lain, awak media mencoba mengonfirmasi kepada sejumlah warga di sekitar Balai Pekon Penyandingan. Hasilnya, sebagian besar warga mengaku tidak mengetahui sama sekali adanya dana bagi hasil BUMDes, apalagi pemanfaatannya.

“Tidak tahu, Pak. Seharusnya ada pemberitahuan, biasanya ditempel di balai pekon seperti dana desa. Tapi ini tidak ada,” ujar seorang warga.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai penggunaan dana bagi hasil tersebut, warga kembali mengaku tidak tahu.

“Yang kami tahu cuma dana desa. Kalau memang dana itu untuk pembangunan atau kesejahteraan, kenapa tidak kelihatan sama sekali? Balai desa saja kusam, mau cat saja susah. WC di belakang juga tidak terurus. Itu fakta, bukan mengada-ada,” katanya.

Desakan Audit Menyeluruh

Dari sejumlah keterangan warga dan narasumber, mengemuka harapan agar persoalan ini tidak berhenti sebagai isu, melainkan dilaporkan ke dinas terkait untuk dilakukan audit menyeluruh.

“Jangan cuma BUMDes Kilu Andan saja. Kalau bisa dana desa juga diaudit sekalian, biar terang semua,” ungkap narasumber lain yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah pekon maupun pengurus BUMDes Kilu Andan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (Red)

Previous Post

Camat Bekasi Barat Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Next Post

TNI-Polri-Warga Jakarta Gelar Aksi Bersih Waduk Cincin Papanggo – Pangdam dan Kapolda Turun Langsung Turut Berperan

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

PS 98 Provinsi Lampung Dukung Ade Jona Menjadi Ketua Umum HIPMI 2026–2029

5 Juni 2026

AWPI Kabupaten Malang Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Iduladha 1447 H

27 Mei 2026
Oplus_16908288

Aktivis Soroti Polemik Kepengurusan dan Anggaran Pramuka Aceh

21 Mei 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Bupati LSM LIRA Malang Hadiri Sidang Lanjutan Dugaan Pembunuhan Berencana Faradila Amalia Najwa

4 Juni 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.