• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Jumat, 21 Agustus 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

BUMDes Kilu Andan Disorot, Dugaan Bagi Hasil dan Nepotisme Mengemuka

Redaksi by Redaksi
6 Februari 2026
in Lampung
A A
Oplus_16908288

Oplus_16908288

Share on FacebookShare on Twitter

Pesisir Barat, Jelajah.co – Praktik pengelolaan dan pembagian hasil Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kilu Andan di Pekon Penyandingan, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, mulai disorot publik. Sorotan itu muncul setelah sejumlah informasi yang beredar belakangan ini dinilai membuka tabir pengelolaan dana desa yang selama ini nyaris tak tersentuh pemberitaan.

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa skema pembagian hasil BUMDes Kilu Andan telah berjalan dengan pola tertentu, yakni 50 persen untuk BUMDes, 30 persen untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) pekon, dan 20 persen untuk Lembaga Himpun Pemekonan (LHP).

“Selama ini tidak ada yang memberitakan. Padahal praktik ini benar-benar terjadi. Saya justru mengapresiasi jika berita ini menjadi pintu pembuka agar publik tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar narasumber kepada awak media, Jumat (06/02/2026).

BACA JUGA

Dari Lampung ke KPK, GASAK Desak Usut Anggaran Sekretariat DPRD Pesisir Barat

20 Agustus 2026

ALAM BAKA Siapkan Laporan Resmi ke Kejagung soal Dugaan Mafia Tanah Register 41, 42 dan 46

19 Agustus 2026

Namun, yang dinilai lebih ironis, lanjut dia, struktur kepengurusan BUMDes disebut-sebut diisi oleh orang-orang yang masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan oknum peratin berinisial R.

“Ketua, sekretaris, dan bendahara itu saudara dekat semua. Sangat mungkin dana bagi hasil ini masuk ke kantong pribadi. Saya yakin semuanya sudah diatur agar terlihat rapi,” ucapnya sambil menyeruput kopi.

Potensi Jerat Hukum

Merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku, dugaan penggelapan dana BUMDes oleh pengurus atau pengelola dapat dikenakan pasal berlapis. Jika dana dikuasai karena jabatan lalu digunakan untuk kepentingan pribadi, maka dapat dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun, atau Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman pidana hingga 5 tahun penjara.

Warga Mengaku Tak Tahu

Di sisi lain, awak media mencoba mengonfirmasi kepada sejumlah warga di sekitar Balai Pekon Penyandingan. Hasilnya, sebagian besar warga mengaku tidak mengetahui sama sekali adanya dana bagi hasil BUMDes, apalagi pemanfaatannya.

“Tidak tahu, Pak. Seharusnya ada pemberitahuan, biasanya ditempel di balai pekon seperti dana desa. Tapi ini tidak ada,” ujar seorang warga.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai penggunaan dana bagi hasil tersebut, warga kembali mengaku tidak tahu.

“Yang kami tahu cuma dana desa. Kalau memang dana itu untuk pembangunan atau kesejahteraan, kenapa tidak kelihatan sama sekali? Balai desa saja kusam, mau cat saja susah. WC di belakang juga tidak terurus. Itu fakta, bukan mengada-ada,” katanya.

Desakan Audit Menyeluruh

Dari sejumlah keterangan warga dan narasumber, mengemuka harapan agar persoalan ini tidak berhenti sebagai isu, melainkan dilaporkan ke dinas terkait untuk dilakukan audit menyeluruh.

“Jangan cuma BUMDes Kilu Andan saja. Kalau bisa dana desa juga diaudit sekalian, biar terang semua,” ungkap narasumber lain yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah pekon maupun pengurus BUMDes Kilu Andan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (Red)

Previous Post

Camat Bekasi Barat Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Next Post

TNI-Polri-Warga Jakarta Gelar Aksi Bersih Waduk Cincin Papanggo – Pangdam dan Kapolda Turun Langsung Turut Berperan

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Warga Muara Malungai Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang, Sampaikan Protes Kondisi Jalan Rusak; PUPR Barsel Turunkan Alat Berat

8 Agustus 2026

Pemkab Barsel Pastikan Gaji PPPK Tetap Aman Ditengah Efisiensi

11 Agustus 2026

213 Pejabat Pemkab Barsel Dilantik, 111 Promosi dan 55 Mutasi

12 Agustus 2026

Haru! Nenek 91 Tahun Hadiri Upacara 17 Agustus 2026, Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Barsel

17 Agustus 2026

Polemik Tambang Emas Way Kanan, Andi Surya Siap Fasilitasi Tambang Rakyat Dilegalkan: WPR Jadi Kunci

18 Agustus 2026

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Tabak Kanilan, Diduga Akibat Truk Sawit Bertonase Tinggi

30 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.