Pringsewu, Jelajah.co — Dari dapur sederhana dengan peralatan seadanya, usaha rumahan JF Cookies milik Jefri Franiko kini menjelma menjadi kekuatan ekonomi lokal yang mampu menyerap puluhan tenaga kerja.
Menjelang Ramadan hingga Lebaran 1447 Hijriah, permintaan roti dan kue kering produksi JF Cookies melonjak tajam. Lonjakan ini tidak hanya menandai tingginya minat pasar, tetapi juga menjadi bukti bahwa UMKM mampu bertahan dan tumbuh di tengah berbagai keterbatasan.
Pemilik JF Cookies, Jefri Franiko, mengisahkan awal perjalanannya yang dimulai dari nol. Seluruh proses produksi kala itu ia kerjakan sendiri, mulai dari menyiapkan bahan hingga memasarkan produk.
“Semua saya kerjakan sendiri, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, memanggang, hingga mengemas dan menjual ke pelanggan,” ujarnya.
Pada tahap awal, pemasaran hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut di lingkungan sekitar. Keterbatasan modal dan kapasitas produksi menjadi tantangan utama. Namun, dengan konsistensi menjaga kualitas dan kejujuran dalam usaha, produk JF Cookies perlahan mendapatkan kepercayaan pasar.
Seiring waktu, pesanan terus meningkat hingga usaha tersebut berkembang signifikan. Kini, JF Cookies telah melibatkan sekitar 50 tenaga kerja dalam proses produksi hingga distribusi.
Memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri, aktivitas produksi meningkat drastis. Permintaan tidak hanya datang untuk konsumsi keluarga, tetapi juga untuk kebutuhan parcel Lebaran.
“Suasana produksi menjadi jauh lebih ramai karena banyaknya pesanan. Tim bekerja lebih intens agar semua pesanan selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas,” jelas Jefri.
Ia mengaku, momen menjelang Lebaran menjadi waktu paling berkesan dalam perjalanan usahanya. Bukan sekadar peningkatan penjualan, tetapi juga rasa syukur karena usahanya mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Bukan hanya soal penjualan, tetapi rasa syukur karena usaha ini bisa membuka lapangan kerja dan membantu perekonomian banyak keluarga,” katanya.
Perkembangan JF Cookies tidak terlepas dari dukungan pembiayaan perbankan, khususnya dari BRI Kantor Cabang Pringsewu. Tambahan modal tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan modernisasi peralatan.
“Dukungan dari BRI sangat berarti bagi kami, baik dari sisi pembiayaan maupun pendampingan,” ungkapnya.
Untuk menghadapi lonjakan permintaan, berbagai persiapan dilakukan sejak jauh hari, mulai dari penambahan stok bahan baku hingga pengaturan jadwal kerja tim. Meski produksi meningkat, kualitas tetap menjadi prioritas utama.
“Kami memastikan kualitas produk tetap terjaga meskipun jumlah pesanan meningkat,” ujarnya.
Ke depan, JF Cookies menargetkan dapat berkembang lebih besar dan menjangkau pasar yang lebih luas. Peningkatan kualitas, perluasan pemasaran, serta penciptaan lapangan kerja baru menjadi fokus utama.
Jefri berharap kisah usahanya dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya.
“Dengan kerja keras, ketekunan, dan dukungan yang tepat, usaha yang dimulai dari nol pun bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya. (Red)








