Bekasi, Jelajah.co – Program Bantuan dari Disdagperin bagi warga di Kelurahan Teluk Pucung diduga menjadi ajang bisnis Oknum Kelurahan, hal ini diperkuat dengan tidak adanya Informasi mengenai Program dan Jadwal Pembagian Bansos lewat Program Tebus Murah ke pihak RT dan RW.
” Ini benar-benar bodoh, karena secara logika umum RT dan RW yang lebih mengetahui kondisi warganya tapi malah tidak dilibatkan oleh Kelurahan Teluk Pucung ” Ucap Frits Saikat kesal.
Berulang kali kekecewaan warga meradang terhadap Oknum-oknum kelurahan mulai dari lahan kelurahan yang disewakan kepada warga, Pagar Gerbang Kantor Kelurahan Teluk Pucung yang selama bertahun-tahun tidak pernah diperbaiki, dan sekarang Program Tebus Murah yang tidak tepat sasaran dan diduga terindikasi menjadi ladang bisnis Oknum Kelurahan.
Ini masalah hak warga yang terzolimi, Frits menilai manajemen yang dikelola oleh Ismail selaku Lurah Teluk Pucung amburadul.
“Pemkot harus mengambil sikap tegas terhadap dugaan manajemen bodoh ini,” tegas Frits. (Red)








