• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 4 Februari 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Jalan Hi. Madang: Kisah Jalan ‘Bertahan’ yang Menunggu Janji Pemerintah

Redaksi by Redaksi
18 Desember 2024
in Lampung, Nusantara, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bandar Lampung – Jalan Hi. Madang di Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, kini menjadi saksi bisu ketidakpedulian terhadap kepentingan rakyat. Jalan utama yang menghubungkan sejumlah perkantoran penting, seperti Kantor PU Kota Bandar Lampung, KPU, dan Kejaksaan Negeri, kini lebih mirip ladang becek dan jurang berlubang. Apa yang sebelumnya hanya sebuah lubang, kini telah berkembang menjadi serangkaian ‘krater’ yang tak kunjung ditambal—bahkan jika dilihat, mungkin jalan ini berharap punya gelar sebagai ‘jalan terpanjang yang rusak’.

Pantauan pada Selasa (17/12/2024) menunjukkan jalan yang kini tidak hanya rusak, tapi juga penuh genangan air, membuatnya lebih mirip sungai kecil dari pada jalan umum. Warga setempat pun sudah muak, dan memutuskan untuk ‘bekerja sama’ dengan alat berat sewaan untuk menambal jalan yang terus tergerus waktu. Dana pribadi, tentu saja, karena jika mengandalkan anggaran pemerintah, mungkin harus menunggu hingga 2025.

“Sudah berbulan-bulan rusaknya, hanya bertahan beberapa hari setelah diperbaiki, lalu rusak lagi. Kasihan ibu hamil, anak sekolah, dan mahasiswa yang lewat sini. Selain bahaya, jalannya juga bikin baju kotor,” ungkap Putra Sanjaya, seorang warga yang hampir setiap hari melintasi jalan tersebut.

BACA JUGA

Triga Lampung Tagih Kejagung Usut Dugaan Gurita Kejahatan Terstruktur PT SGC

3 Februari 2026

Triga Lampung Desak Kemhan Ukur Ulang Eks HGU SGC dan Kembalikan Tanah Rakyat

2 Februari 2026

Seorang warga lainnya, yang lebih memilih untuk tetap anonim, menyatakan bahwa ia sudah terpaksa menyewa alat berat hanya untuk menambal sebagian jalan yang rusak.

“Kami hanya menambal sedikit dan merapikan bagian jalan yang rusak. Ini pakai uang pribadi, karena kalau menunggu pemerintah, susah. Sudah pernah viral juga, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujar warga tersebut.

Harapan pun muncul, meskipun sudah hampir menjadi lelucon. Warga berharap, pemerintah yang memiliki kantor-kantor besar di sekitar kawasan itu dapat segera memperbaiki jalan yang sudah lama terabaikan ini.

Camat Sukarame, Zolahudin Al Zamzani, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera meninjau kondisi jalan tersebut dan melaporkannya ke dinas terkait. Namun, warga setempat tetap berharap bahwa kali ini bukan hanya janji kosong yang akan mereka dengar.

“Harapan kami pemerintah cepat turun tangan, apalagi ini jalan utama di tengah kota,” tutur salah seorang warga dengan nada penuh harapan.

Sejauh ini, Jalan Hi. Madang tampaknya sudah cukup ‘memperjuangkan dirinya’ untuk tetap bertahan, meskipun rusak dan membahayakan. Kini, kita tinggal menunggu apakah harapan warga akan segera terwujud atau jalan ini akan terus ‘berdebat’ dengan nasibnya. (Aby/*)

Previous Post

Masjid Ar-Rayyan dan Gerakan Ekonomi Mikro Umat

Next Post

“Bandarlampung, Kota Persinggahan di Tengah Potensi yang Terlupakan”

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

19 Januari 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Hampir Setahun Memimpin, Aktivis Nilai Kinerja Bupati Lampung Utara Jauh dari Janji Kampanye

12 Januari 2026

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.