KOTA BEKASI, Jelajah.co — Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui aksi nyata di tengah krisis kemanusiaan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ubhara Jaya bersama civitas akademika dan organisasi kemahasiswaan menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di Sumatera Barat sebagai wujud solidaritas kebangsaan.
Aksi kemanusiaan tersebut diawali dengan penggalangan donasi yang berlangsung sejak 3 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa lintas fakultas serta mendapat dukungan luas dari lingkungan kampus Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
Ketua Umum BEM Ubhara Jaya, Rangga Pramudya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengumpulan donasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam merespons persoalan kemanusiaan.
“Mahasiswa tidak boleh hanya hadir di ruang akademik. Saat masyarakat menghadapi bencana, mahasiswa harus turun mengambil peran, menjadi jembatan solidaritas dan penggerak kepedulian sosial,” ujar Rangga, Rabu (24/12/2025).
Dalam waktu empat hari, mahasiswa Ubhara Jaya berhasil menghimpun dana sebesar Rp12.500.000 serta pakaian layak pakai. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui NERS Indonesia guna memastikan distribusi tepat sasaran dan transparan kepada masyarakat terdampak.
Rangga menjelaskan, kolaborasi dengan NERS Indonesia dipilih sebagai langkah strategis agar kepedulian mahasiswa tidak berhenti pada simbol empati, tetapi benar-benar berdampak di lapangan.
“Relawan NERS Indonesia telah berada langsung di lokasi bencana sejak 10 November 2025 sebagai tenaga medis dan relawan kemanusiaan. Ini memastikan bantuan mahasiswa Ubhara Jaya benar-benar dirasakan oleh para korban,” jelasnya.
Lebih dari sekadar aksi sosial, kegiatan ini mencerminkan peran strategis mahasiswa dalam membangun kesadaran kolektif, memperkuat nilai kemanusiaan, serta mengisi ruang-ruang krisis yang membutuhkan kehadiran masyarakat sipil.
Melalui gerakan ini, mahasiswa Universitas Bhayangkara berharap dapat meringankan beban korban sekaligus mendorong proses pemulihan pascabencana. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pendidikan karakter, menanamkan nilai empati, kepemimpinan, dan keberpihakan sosial di kalangan mahasiswa.
BEM Ubhara Jaya menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam berbagai isu kemanusiaan di Indonesia sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam membangun bangsa.
“Mahasiswa harus terus hadir di garis depan kepedulian sosial. Inilah makna agen perubahan—bukan hanya bersuara, tetapi juga bertindak,” pungkas Rangga. (Red)








