BEKASI, Jelajah.co – Masjid Al-Akbar di Komplek Perumahan Eramas 2000 kembali menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) dan shalat tarawih pada Kamis (22/2/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB itu dihadiri masyarakat setempat dan menghadirkan narasumber, Adhiyakda Daud.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan masjid yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.
Masjid Baru, Aktivitas Tinggi
Ketua DKM Masjid Al-Akbar, drg. Deden Edi, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan di masjid tergolong tinggi meski bangunannya tidak terlalu besar.
“Alhamdulillah, masjid ini sangat makmur. Pada hari biasa, shalat subuh bisa diikuti 60–70 jamaah, sedangkan selama Ramadhan meningkat hingga sekitar 100 orang,” ujarnya.
Selain bukber dan tarawih, pengurus juga menyelenggarakan berbagai kegiatan Ramadhan seperti kultum harian, iktikaf, serta sahur bersama pada 10 hari terakhir.
Di luar Ramadhan, masjid rutin mengadakan kajian agama setiap Sabtu yang membahas ibadah, fiqih, dan penguatan keimanan.
Fokus Pembinaan Generasi dan Lansia
Menurut Deden, kegiatan masjid juga diarahkan untuk menjangkau berbagai kelompok usia, termasuk warga lanjut usia yang cukup banyak di kawasan perumahan tersebut.
“Kami berharap para lansia dapat datang ke masjid sekaligus meningkatkan ibadah. Di sisi lain, generasi muda juga dibina, mulai dari anak-anak hingga pemuda yang mengelola media sosial masjid, serta peran aktif ibu-ibu,” katanya.
Masjid juga menyelenggarakan program sosial, antara lain penyuluhan beasiswa pendidikan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan serta kegiatan olahraga seperti futsal.
Ramadhan sebagai Madrasah Keluarga
Dalam tausiyahnya, Adhiyakda Daud mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembinaan keluarga.
“Ramadhan adalah madrasah bagi kita semua. Orang tua perlu menjaga anak dan keluarga dari pengaruh negatif agar bulan suci ini benar-benar membawa berkah,” ujarnya.
Kegiatan bukber dan tarawih tersebut diharapkan terus memperkuat kebersamaan warga sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat setempat.








