DENPASAR, Jelajah.co – Nasib malang menimpa seorang warga Bali yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Teuku Umar, Denpasar.
Peristiwa tabrak lari yang terjadi tepat di depan Rumah Sakit Kasih Ibu ini menjadi sorotan, bukan hanya karena insiden kecelakaannya, melainkan karena perilaku tak terpuji sang pelaku yang memanipulasi keadaan dengan berpura-pura hendak bertanggung jawab.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat korban tengah berada di area jalan depan rumah sakit dan tiba-tiba ditabrak oleh pengendara sepeda motor. Sesaat setelah kejadian, pelaku tidak langsung melarikan diri, melainkan menunjukkan sikap kooperatif.
Menurut penuturan korban, pelaku dengan tegas menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab penuh, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Komitmen tersebut bahkan disampaikan pelaku kepada petugas rumah sakit saat proses pendataan awal, yang membuat korban merasa tenang untuk segera mendapatkan penanganan medis.
Namun, situasi berubah drastis ketika korban mulai masuk ke ruang pemeriksaan. Memanfaatkan kelengahan korban dan petugas yang sedang fokus pada penanganan medis, pelaku diam-diam meninggalkan lokasi rumah sakit tanpa izin.
Kecurigaan korban akhirnya terbukti ketika nomor telepon yang didaftarkan pelaku kepada petugas ternyata tidak aktif atau palsu. Korban mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam karena merasa ditipu di saat kondisi sedang terluka.
“Dia bilang siap tanggung jawab, tapi begitu saya masuk IGD, dia langsung kabur. Nomor telepon yang ditulis juga tidak bisa dihubungi,” ungkap korban pada video yang sempat viral dan diupload oleh @denpasarcerita.
Selain tindakan tidak bertanggung jawab pascakejadian, korban juga menyoroti perilaku berkendara pelaku sebelum tabrakan terjadi. Pelaku disebut mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang ramai dan tidak mengenakan helm, yang membahayakan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lain.






