TANGERANG, Jelajah.co – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang pada Senin (12/1/2026) berdampak fatal bagi kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), khususnya di area Apartemen Tokyo Riverside.
Area parkir luar (outdoor) apartemen tersebut terendam banjir cukup dalam hingga menyerupai danau, menyebabkan puluhan kendaraan roda empat milik penghuni terjebak genangan air yang tinggi.
Dalam rekaman video yang beredar luas dan viral di media sosial, terlihat pemandangan memprihatinkan di mana mobil-mobil yang terparkir terendam hingga separuh bodi. Beberapa pemilik kendaraan tampak panik di tengah guyuran hujan, berusaha mengecek kondisi mesin mobil mereka yang sudah “tenggelam” oleh air keruh.
Kejadian ini berlangsung saat jam sibuk keberangkatan kerja, di mana akses jalan raya juga tergenang air deras yang disertai angin kencang, melumpuhkan aktivitas warga di awal pekan.
Dampak dari peristiwa ini ternyata tidak hanya merugikan pemilik kendaraan, tetapi juga mengguncang lantai bursa.
Melansir pemberitaan Suara.com, insiden banjir ini seolah mematahkan klaim “kawasan anti banjir” yang selama ini melekat pada proyek PIK 2. Sentimen negatif langsung menghantam emiten pengembang kawasan tersebut, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan.
Saham PANI tercatat langsung merespons negatif dengan penurunan tajam hampir 6 persen pada perdagangan hari ini. Para investor dinilai bereaksi cepat terhadap visual banjir yang membuktikan bahwa infrastruktur drainase di kawasan elit tersebut kewalahan menampung debit air.
Keraguan pasar terhadap keamanan aset properti dan kendaraan di kawasan tersebut menjadi pemicu utama aksi jual yang menekan harga saham perseroan secara signifikan.








