NTT, Jelajah.co – Malam pertama pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban di sejumlah wilayah terdampak. Hingga Sabtu malam, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 47 orang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut angka tersebut berdasarkan data sementara hingga pukul 18.48 WIB. Proses kaji cepat masih terus dilakukan petugas gabungan sehingga data korban maupun kerusakan masih berpotensi berubah.
Sebanyak 47 korban meninggal tersebut teridentifikasi tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Manggarai Barat satu orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.
Selain korban meninggal dunia, petugas masih mengevakuasi serta memberikan perawatan medis kepada warga yang mengalami luka-luka akibat gempa.
Operasi pencarian dilakukan di tengah kerusakan bangunan yang terjadi di sejumlah wilayah. Basarnas mengerahkan tim SAR gabungan ke pusat dampak di Kabupaten Nagekeo serta sejumlah lokasi lainnya untuk memperluas penyisiran dan evakuasi.
Sebelumnya, tim SAR gabungan mengevakuasi tiga orang yang tertimpa reruntuhan bangunan di kawasan Pelabuhan Lauren Say, Maumere, Kabupaten Sikka. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka dan dievakuasi ke RSUD T.C. Hillers Maumere.
Basarnas juga terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri serta unsur terkait untuk mendata korban dan memastikan operasi darurat berjalan di wilayah terdampak.
TNI turut memperkuat operasi penanganan bencana dengan mengerahkan sedikitnya 1.267 personel. Mereka ditempatkan di Sikka, Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur hingga Manggarai Barat.
Selain personel, TNI mengerahkan 89 kendaraan, mendirikan 21 tenda lapangan dan menyiapkan 120 velbed. Helikopter Bell 412 juga disiapkan untuk mendukung mobilitas personel dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Kerusakan akibat gempa tercatat cukup luas. Berdasarkan data sementara BNPB pada Sabtu sore, sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang dan 148 rumah rusak ringan.
Gempa juga merusak sedikitnya 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor serta sejumlah fasilitas umum lainnya.
Di tengah proses pencarian dan evakuasi, masyarakat masih dihadapkan pada tingginya aktivitas gempa susulan. BMKG mencatat hingga pukul 14.00 WIB telah terjadi 235 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar M2,5 hingga M6,2.
BMKG menyatakan tren gempa susulan saat pemantauan tersebut belum menunjukkan peluruhan yang signifikan. Proses peluruhan alami aktivitas kegempaan diperkirakan dapat berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu.
Gempa utama M7,7 merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer yang dipicu aktivitas Flores Back Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores. Gempa tersebut juga memicu tsunami yang terpantau di sejumlah kawasan pesisir.
BMKG mencatat ketinggian tsunami mencapai 1,61 meter di Reo, Manggarai dan Manggarai Timur, serta 0,94 meter di Maurole, Ende. Gelombang juga terpantau hingga sejumlah wilayah di luar NTT. Peringatan dini tsunami telah diakhiri pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi muka air laut kembali aman.
Sementara itu, bantuan untuk masyarakat terdampak mulai dimobilisasi. BNPB menyiapkan sekitar 50 ribu paket bantuan dengan berat keseluruhan mencapai 275 ton. Sebanyak 10.500 paket di antaranya telah tiba di Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma untuk diberangkatkan ke wilayah bencana.
Di tengah ratusan gempa susulan, operasi pencarian, evakuasi dan penanganan warga terdampak terus dilakukan. Pemerintah dan petugas gabungan meminta masyarakat menjauhi bangunan yang retak atau rusak serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kegempaan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan terus mengikuti pembaruan dari kanal resmi pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, pendataan korban, kerusakan serta operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT. (Rls/Red)








