Kota Bekasi, Jelajah.co — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bekasi mendesak pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, menyusul kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur.
Ketua PC PMII Kota Bekasi, M. Rizky Yusa, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar insidental, melainkan indikasi adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan dan pengelolaan keselamatan transportasi, khususnya di perlintasan kereta api kawasan perkotaan.
“Tragedi ini tidak boleh dianggap sebagai musibah biasa. Kami menilai ada kelalaian serius dalam pengawasan keselamatan transportasi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Karena itu kami mendesak Presiden untuk mengevaluasi Kementerian Perhubungan serta Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan,” tegas Rizky.
Ia menyebut, masih banyak perlintasan kereta api di Kota Bekasi yang belum dilengkapi sistem pengamanan maksimal, baik dari sisi sarana keselamatan maupun pengawasan petugas di lapangan.
Selain itu, PMII juga meminta dilakukan audit keselamatan secara menyeluruh terhadap seluruh perlintasan kereta api, terutama di kawasan padat penduduk.
“Kami meminta audit keselamatan secara komprehensif agar kejadian serupa tidak terus berulang akibat kelalaian atau lambannya respons pemerintah,” lanjutnya.
PMII turut mendorong langkah konkret, seperti pemasangan palang pintu otomatis, peningkatan rambu peringatan, serta penempatan petugas penjaga di titik-titik rawan kecelakaan.
Menurutnya, kecelakaan di Bekasi Timur harus menjadi momentum evaluasi total terhadap tata kelola keselamatan transportasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
PC PMII Kota Bekasi menegaskan akan terus mengawal proses evaluasi tersebut hingga ada langkah nyata dari pemerintah demi menjamin keselamatan masyarakat pengguna jalan. (Red)








