• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 4 Februari 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Kalteng

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

Redaksi by Redaksi
19 Januari 2026
in Kalteng
A A
Share on FacebookShare on Twitter

​BARITO SELATAN, Jelajah.co – Sekelompok massa yang tergabung dalam Masyarakat Adat Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, menggelar aksi pernyataan sikap tepat di atas Jembatan Kalahien, Senin (19/01/2026).

​Dengan membawa bendera Merah Putih dan senjata tradisional, mereka menyuarakan penolakan keras terhadap rencana pengelolaan alur sungai dan jembatan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang berasal dari luar wilayah Kalimantan Tengah.
​
Dalam orasi yang dibacakan oleh koordinator aksi, masyarakat adat menegaskan posisi mereka sebagai garda terdepan yang selama ini menjaga keamanan dan aset Jembatan Kalahien yang membentang di atas Sungai Barito.

​”Kami Masyarakat Adat Dayak Desa Kalahien menyatakan menolak pengelolaan oleh BUP dari luar daerah Kalimantan Tengah,” tegas perwakilan warga dalam video pernyataan yang diterima redaksi Jelajah.co.
​
Surati Presiden Prabowo
​
Aksi ini juga ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam tuntutannya, warga meminta Presiden untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan kedaulatan masyarakat lokal dalam mengelola wilayahnya sendiri.

BACA JUGA

DiskominfoSP_Nof. Foto: Nof

Pemkab Mura Gelar Pasar Murah di Seribu Riam

27 Januari 2026

Pemkab Barito Selatan Raih UHC Awards 2026

27 Januari 2026

​”Kepada yang terhormat Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami yakin Bapak seorang patriot sejati. Tidak mungkin membiarkan kami di sini dijajah oleh bangsa sendiri,” ujar sang orator dengan lantang.
​
Warga merasa bahwa masuknya pihak luar untuk mengambil alih pengelolaan sektor vital di wilayah adat mereka merupakan bentuk ketidakadilan. Mereka menekankan bahwa selama ini masyarakat lokal telah diberdayakan dan mampu menjaga kondusivitas wilayah aliran sungai (DAS) Barito.
​Ancam Lakukan Perlawanan

​Suasana aksi sempat memanas ketika massa menyuarakan kesiapan mereka untuk mempertahankan hak-hak adat. Teriakan semangat dan seruan perang khas Dayak terdengar menggema di akhir pernyataan sikap.

​”Ingat, jangan lagi kami dijajah oleh bangsa sendiri. Kami siap untuk melawan!” seru massa serempak sambil menghunuskan mandau ke udara sebagai simbol keberanian menjaga tanah leluhur.

​Aksi damai ini ditutup dengan seruan Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata, yang merupakan salam persatuan masyarakat Dayak, serta pekik “Lawan!” yang diteriakkan berulang kali.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai tuntutan warga Desa Kalahien tersebut.(*)

Previous Post

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Kali Alam, Polsek Medan Satria Bersama Tiga Pilar Siaga Evakuasi Warga Kalibaru

Next Post

Modus Pura-pura Tanggung Jawab, Penabrak di Depan RS Kasih Ibu Kabur Tinggalkan Nomor Palsu ​

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

19 Januari 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Hampir Setahun Memimpin, Aktivis Nilai Kinerja Bupati Lampung Utara Jauh dari Janji Kampanye

12 Januari 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.