Jakarta Timur, Jelajah.co — Warga Perumahan Eramas 2000, Blok B2 Nomor 5, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, menggelar aksi penolakan terhadap rencana pembangunan Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), Minggu (22/02/2026). Penolakan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan spanduk petisi sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat setempat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini dihadiri warga, pengurus lingkungan, serta para koordinator aksi. Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan kekhawatiran atas potensi dampak lingkungan dan sosial apabila dapur MBG beroperasi di kawasan permukiman yang padat penduduk.
Ketua RW 015, Ahmad Hidayat, menegaskan bahwa warga pada prinsipnya tidak menolak program pemerintah, namun meminta agar lokasi pembangunan dapur MBG dapat ditinjau ulang.
“Kami mendukung programnya, tetapi kami berharap lokasinya tidak berada di tengah permukiman padat karena dikhawatirkan menimbulkan masalah seperti limbah, bau, dan lalu lintas kendaraan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua RT 01, Eden Edi Sutisna, yang menilai aspirasi masyarakat perlu menjadi perhatian serius pihak terkait. Menurutnya, warga menginginkan solusi terbaik tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal.
Koordinator aksi, Fathullah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai, terbuka, dan konstitusional.
“Kami hanya ingin suara warga tersampaikan. Penandatanganan petisi ini menjadi bukti bahwa masyarakat berharap ada kajian ulang terkait lokasi dapur MBG,” katanya.
Sementara itu, koordinator aksi lainnya menambahkan bahwa hasil petisi akan diserahkan kepada instansi terkait sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ke depan.
Aksi berlangsung tertib dan kondusif, kemudian ditutup dengan dialog warga serta dokumentasi penandatanganan spanduk petisi. Masyarakat berharap pemerintah dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui komunikasi terbuka, kajian menyeluruh, dan musyawarah bersama demi tercapainya solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak. (Red)








