BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (HMPS BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung (RIL) menggelar Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling 2026 bertema “Global Trends in Counseling: AI, Well-being, and Career Development”, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di GSG UIN RIL tersebut diikuti sekitar 500 peserta, terdiri atas mahasiswa, dosen, guru bimbingan dan konseling (BK), praktisi pendidikan, serta masyarakat umum dari berbagai daerah.
Seminar dibuka Dekan FTK UIN RIL, Dr. Nanang Supriadi, S.Si., M.Sc. Ia mengapresiasi HMPS BKPI yang mampu menghadirkan forum akademik berskala nasional dengan mengangkat isu yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan.
Menurut Nanang, perkembangan Artificial Intelligence (AI) perlu disikapi secara positif melalui peningkatan kompetensi, inovasi, dan kolaborasi.
Ia mendorong mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan sehingga mampu menjadi sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, unggul, dan berdaya saing.
“Perkembangan teknologi dan AI harus kita sikapi secara positif melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, dan kolaborasi,” ujarnya.
Seminar tersebut juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama akademik antara Prodi BKPI UIN RIL dengan Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten serta Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta.
Ketua Prodi BKPI, Dr. Rahma Diani, M.Pd., mengatakan seminar nasional tersebut merupakan agenda tahunan HMPS BKPI sekaligus ruang untuk memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi.
Dua narasumber dihadirkan, yakni Ketua Prodi BK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Arga Satria Prabowo, M.Pd., dan dosen Universitas Indraprasta PGRI Siti Aminah Alfalathi, M.Pd.
Keduanya membahas pemanfaatan AI dalam layanan konseling, kesehatan mental, serta pengembangan karier generasi muda di tengah transformasi digital.
Sementara Sekretaris Prodi BKPI FTK UIN RIL, Tika Febriyani, M.Pd., yang bertindak sebagai keynote speaker, menegaskan bahwa AI bukan ancaman bagi profesi konselor.
Menurutnya, teknologi tersebut justru dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas layanan konseling apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
Namun, ia mengingatkan bahwa empati, nilai kemanusiaan, dan hubungan interpersonal tetap harus menjadi fondasi utama dalam praktik konseling.
“Artificial Intelligence bukan ancaman bagi profesi konselor, melainkan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Ketua Umum HMPS BKPI, Karel Aditya Prayoga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam menghadirkan ruang diskusi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ia berharap seminar dapat memperluas wawasan peserta, memperkuat jejaring profesional, sekaligus meningkatkan kesiapan calon konselor menghadapi tantangan dunia pendidikan dan konseling di era digital.
Karel juga menyoroti pentingnya layanan bimbingan dan konseling karier melalui prinsip “The Right Man on The Right Place”. Menurutnya, pemahaman terhadap potensi, minat, bakat, dan kompetensi seseorang penting agar setiap individu dapat menempati bidang yang sesuai.
Selain menghadirkan forum akademik, kegiatan tersebut turut memperkuat kolaborasi dengan sejumlah sekolah dan perguruan tinggi. Peserta berasal antara lain dari SMPIT Daarul ‘Ilmi, SMP Al-Kautsar, SMP Negeri 29 Bandar Lampung, SMAN 1 Sekampung Udik, SMPN 9 Bandar Lampung, SMPN 14 Bandar Lampung, Universitas Terbuka, UIN Jurai Siwo Lampung, STKIP PGRI Bandar Lampung, dan UIN Raden Intan Lampung.
Turut hadir Wakil Dekan II FTK Dr. H. Guntur Cahaya Kesuma, M.A., Wakil Dekan III FTK Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I., sejumlah ketua program studi, Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling se-Provinsi Lampung, dosen, guru BK, mahasiswa, serta peserta umum. (Rls)








