• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 4 Februari 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Ambisi dalam Senyap: Saat Ratu Ingin Menjadi Raja

Redaksi by Redaksi
23 Desember 2025
in Sudut Pandang
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Izal : (Penggiat Media Sosial)

Kerajaan Nusantara bukanlah sekadar wilayah ; ia adalah mosaik raksasa yang membentang dari tanah Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi. Di bawah kepemimpinan Raja TYARD, kerajaan ini lahir dari penyatuan entitas-entitas kecil yang membawa beban sejarah dan kearifan lokal masing-masing. Di atas ribuan hektar lahan yang menghampar hijau dengan komoditas karet, teh, dan kopi, TYARD mencoba merajut mimpi besar tentang sebuah persatuan.

Sebagai pemimpin, TYARD memilih jalan kebijaksanaan. Ia tak menghapus eksistensi penguasa lama; ia justru merangkul para raja kecil itu sebagai pemimpin di wilayah asalnya. Baginya, tak boleh ada hak rakyat yang hilang hanya karena sebuah integrasi.

BACA JUGA

Cut habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

Makan Gratis dan Tanggung Jawab yang Selalu Menguap

3 Februari 2026
Cut habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

Ketika Ela “Mengelak”

1 Februari 2026

Namun, memimpin kerajaan seluas ini bukanlah perkara mudah. Efisiensi, perpindahan rakyat, hingga ego sektoral antarwilayah menjadi duri dalam daging yang memperlambat derap kemajuan.
Namun, ancaman sesungguhnya bukan datang dari luar, melainkan dari dalam lingkaran terdekat Sang Ratu.

Di lingkungan istana, Ratu sebenarnya adalah sebutan bagi patih perempuan yang dipercaya membantu Raja berdampingan dengan empat patih lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, loyalitas yang terlihat di permukaan rupanya menyimpan bara ambisi. Sang Ratu mulai menenun jaring kekuasaan demi satu tujuan: Menjadi Raja.

Langkah-langkah strategis dilakukan dengan sangat halus. Satu per satu orang-orang kepercayaan Ratu ditempatkan pada posisi vital di setiap sendi kerajaan. Para patih lain menyadari pergerakan ini, namun mereka lumpuh. Desas-desus berhembus bahwa sebagian patih yang berasal dari luar lingkaran inti kerajaan tidak hanya buta terhadap tugas yang diemban, tetapi juga tersandera oleh dosa masa lalu. Inilah “kartu truf” Sang Ratu memanfaatkan kelemahan kolega untuk mengamankan ambisinya sendiri.

Puncak dari manuver ini terjadi ketika tiga kerajaan kecil di Jawa dipersatukan menjadi satu entitas. Di sinilah “eksperimen” Ratu dimulai. Ia menyingkirkan siapa pun yang tak sehaluan, menggantinya dengan “orang-orangnya sendiri” hingga posisi strategis di tanah Jawa sepenuhnya berada dalam genggamannya.

Sebuah peristiwa di pintu gerbang kerajaan Jawa menjadi saksi bisu penaklukan ini. Raja TYARD, yang semula berniat menghadiri pertemuan penting lainnya, justru terjebak dalam skenario matang yang disusun Sang Ratu. Ia seolah dipaksa hadir untuk memberikan legitimasi pada pelantikan raja kecil pilihan Ratu.

“Selamat datang, TYARD. Terima kasih atas restunya,” sambut Sang Ratu dengan senyum kemenangan di tengah riuh tepuk tangan rakyat bentukan yang telah disiapkan. Di hadapan sebuah tumpeng besar, Sang Ratu atau kini lebih dikenal sebagai Raialyahtu meminta Sang Raja untuk memotong dan menyerahkan simbol kekuasaan itu kepada pilihannya.
TYARD hanya bisa melebarkan senyum getir.

Sebuah senyum yang menyembunyikan keterkejutan dan kekecewaan mendalam. Di sampingnya, para patih hanya tertunduk, tak mampu memberikan jawaban atas tanya yang tersirat di mata sang Raja: Bagaimana semua ini bisa terjadi?

Jawa hanyalah babak pertama dari sebuah lakon perebutan tahta. Sang Ratu kini tengah mengumpulkan kekuatan yang lebih besar untuk mengguncang fondasi Kerajaan Nusantara. Di lorong-lorong istana, bisikan itu kian kencang terdengar, sebuah peringatan atau mungkin ramalan yang meresahkan: “Tak lama lagi, Sang Ratu akan menjadi Raja.”

Previous Post

Terakreditasi ‘Utama’, Lembaga Pemeriksa Halal UIN RIL Siap Layani Uji Produk dan Jasa Sampai Tingkat Internasional

Next Post

Massa Desak Lurah Teluk Pucung Dicopot, Aksi Aliansi Bocah Bekasi Berlangsung Tegang

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

19 Januari 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Hampir Setahun Memimpin, Aktivis Nilai Kinerja Bupati Lampung Utara Jauh dari Janji Kampanye

12 Januari 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.