• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 23 Agustus 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Bantah Dugaan Tambang Pasir Ilegal, Kades Kekatang Dinilai Tak Menjawab Isu Pokok

Redaksi by Redaksi
2 Juli 2026
in Lampung
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Pesawaran, Jelajah.co – Kepala Desa Kekatang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Fauzi, membantah anggapan bahwa aktivitas penyedotan pasir di kawasan muara laut Dusun Pemindangan merupakan tambang pasir ilegal berskala besar. Ia menilai pemberitaan yang beredar telah dibesar-besarkan dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Fauzi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (1/7/2026), sebagai tanggapan atas pemberitaan yang sebelumnya mengangkat dugaan aktivitas penambangan pasir tanpa izin di wilayah tersebut.

“Kalau menurut saya berita ini terlalu di-up sehingga viral dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Saya juga sudah ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan ke bagian perizinan di Provinsi Lampung. Artinya saya bukan diam atau tidak mau mengurus izin. Tapi berita ini sudah ke mana-mana dan menurut saya tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Fauzi.

BACA JUGA

Masyarakat Adat dan Nahdliyin Lampung Gelar Doa Bersama untuk Muktamar NU ke-35

22 Agustus 2026
Oplus_16908288

Sidak DLH Lamsel Belum Berbuah Solusi, Asap dan Bau Menyengat Masih Dirasakan di Hajimena Garden

22 Agustus 2026

Menurutnya, aktivitas yang dilakukan bukan merupakan usaha pertambangan dalam skala besar, melainkan penyedotan pasir dalam jumlah terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Ia juga mempertanyakan pihak-pihak yang mengatasnamakan masyarakat merasa dirugikan oleh aktivitas tersebut.

“Masyarakat yang dimaksud itu masyarakat yang mana? Kami juga tidak beraktivitas di lingkungan permukiman dan tidak bekerja pada malam hari. Soal MoU dengan desa, adat, dan marga sudah ada. Jadi saya rasa tidak perlu saya tunjukkan kepada semua orang. Saya juga tidak mau gegabah soal kegiatan ini,” katanya.

Fauzi mengaku keberatan atas berkembangnya pemberitaan yang menurutnya tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

“Kalau memang di lapangan benar begitu, saya terima. Yang saya tidak terima, kenapa pemberitaannya seperti ini. Kita sama-sama mencari makan. Hasil kegiatan ini juga bukan saya makan sendiri. Ada pemasukan untuk desa, ada kontribusi ke marga dan tokoh masyarakat,” tambahnya.

Terkait legalitas kegiatan, Fauzi menyatakan aktivitas penyedotan pasir yang dilakukan belum masuk kategori usaha pertambangan yang wajib memenuhi persyaratan seperti pertambangan skala besar.

“Kalau masalah perizinan, menurut saya ini belum masuk kriteria yang dimaksud. Saya sudah koordinasi dengan pihak perizinan di provinsi. Untuk syarat izin itu minimal lahannya lima hektare dan menggunakan alat berat seperti ekskavator. Sedangkan kami hanya menyedot pasir biasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat yang kemudian dijual. Kontribusinya juga ada untuk desa, marga, dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelum mempublikasikan pemberitaan lanjutan, redaksi telah meminta klarifikasi kepada Fauzi sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam permintaan konfirmasi tersebut, redaksi mengajukan sejumlah pertanyaan terkait keberadaan aktivitas penyedotan pasir, status perizinan, dugaan keterlibatan kepala desa, aktivitas penjualan pasir, dugaan operasional pada malam hari, hingga manfaat kegiatan bagi masyarakat.

Namun berdasarkan hasil wawancara, jawaban yang diberikan dinilai masih bersifat umum dan belum menjelaskan secara rinci beberapa poin penting, terutama terkait dokumen legalitas perizinan, dugaan aktivitas pada malam hari, serta keluhan warga mengenai potensi kerusakan jembatan akibat kendaraan pengangkut pasir.

Kasus ini mencuat setelah tim gabungan dari organisasi masyarakat dan pewarta melakukan investigasi lapangan menyusul adanya laporan warga mengenai dugaan aktivitas penyedotan pasir di kawasan muara laut Dusun Pemindangan.

Dalam investigasi tersebut, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak lingkungan, aktivitas angkutan pasir yang disebut berlangsung hingga malam hari, serta risiko kerusakan jembatan akibat kendaraan bermuatan berat.

Tim investigasi juga meminta aparat penegak hukum, instansi pertambangan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Pemerintah Kabupaten Pesawaran melakukan pemeriksaan terhadap legalitas kegiatan tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran ketentuan di bidang pertambangan dan lingkungan hidup.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat dokumen perizinan yang diperlihatkan kepada redaksi untuk memverifikasi legalitas aktivitas penyedotan pasir tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi apabila di kemudian hari terdapat dokumen maupun keterangan resmi dari pihak terkait. (Red)

Previous Post

903 Lulusan UIN RIL, Rektor: Jangan Berhenti Belajar, Pemilik Masa Depan Adalah Mereka yang Terus Belajar

Next Post

SPBU RE Martadinata Tegaskan Operasional Berjalan Sesuai SOP Pertamina

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Warga Muara Malungai Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang, Sampaikan Protes Kondisi Jalan Rusak; PUPR Barsel Turunkan Alat Berat

8 Agustus 2026

Pemkab Barsel Pastikan Gaji PPPK Tetap Aman Ditengah Efisiensi

11 Agustus 2026

213 Pejabat Pemkab Barsel Dilantik, 111 Promosi dan 55 Mutasi

12 Agustus 2026

Haru! Nenek 91 Tahun Hadiri Upacara 17 Agustus 2026, Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Barsel

17 Agustus 2026

Polemik Tambang Emas Way Kanan, Andi Surya Siap Fasilitasi Tambang Rakyat Dilegalkan: WPR Jadi Kunci

18 Agustus 2026

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Tabak Kanilan, Diduga Akibat Truk Sawit Bertonase Tinggi

30 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.