• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 22 Maret 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Kesehatan

Bidan Di Tanggamus Patok Tarif Berobat tak Manusiawi

Redaksi by Redaksi
14 Februari 2025
in Kesehatan, Lampung, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Tanggamus, Jelajah.co – Masyarakat Desa Sirna Galih, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, kembali dihebohkan dengan praktik pelayanan kesehatan yang dianggap tidak manusiawi oleh seorang bidan desa. Bidan berinisial FT, yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah tersebut, dituding memasang tarif tinggi dalam pelayanan kesehatannya di klinik pribadi yang ia kelola.

Ketua LSM Simulasi, Agung, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan biaya terjangkau.

“Kami merasa iba dengan warga Sirna Galih. Salah satu warga yang berobat karena demam dikenakan biaya Rp280 ribu, termasuk biaya obat-obatan. Ini sangat tidak manusiawi!” tegasnya.

BACA JUGA

UIN Raden Intan Dirikan Posko Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan

19 Maret 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Triga Lampung Sebut Teror Demokrasi

18 Maret 2026

Menurut Agung, meskipun tidak ada Peraturan Daerah (Perda) di Kabupaten Tanggamus yang mengatur tarif klinik swasta atau praktik mandiri bidan, tetap saja tidak etis bagi seorang bidan yang juga bekerja di pemerintahan untuk mematok biaya yang dinilai terlalu tinggi.

Pelanggaran Etik dan Regulasi?

Bidan, sebagai tenaga kesehatan yang berperan penting di masyarakat, seharusnya mengutamakan pelayanan yang bermutu dan terjangkau. Berdasarkan Kode Etik Bidan Indonesia, seorang bidan wajib memberikan pelayanan sesuai standar profesi tanpa membebani pasien secara finansial. Jika terbukti memberlakukan tarif yang tidak wajar, hal ini dapat dikategorikan sebagai pelanggaran etika.

Selain itu, regulasi terkait juga bisa menjadi dasar untuk menilai dugaan pelanggaran, di antaranya:

UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau.

UU No. 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan, yang mengatur bahwa bidan harus berpedoman pada standar pelayanan kebidanan dan kode etik profesi.

Jika tarif layanan yang diterapkan jauh lebih tinggi dari standar daerah dan memberatkan masyarakat, maka ada potensi pelanggaran administratif dan profesional.

Tuntutan Investigasi dari Pihak Berwenang

Menanggapi kondisi ini, Agung mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk segera melakukan investigasi terhadap praktik yang dilakukan oleh Bidan FT.

“Seorang bidan yang bekerja di pustu milik pemerintah seharusnya mengedepankan pelayanan masyarakat, bukan mencari keuntungan dengan tarif yang tinggi. Kami meminta pihak terkait turun tangan untuk menyelidiki masalah ini dan mengambil tindakan yang diperlukan,” pungkas Agung.

Hingga berita ini diturunkan,  Bidan FT belum memberikan tanggapan terkait tudingan ini. Masyarakat setempat berharap ada kejelasan dan keadilan agar layanan kesehatan bisa diakses dengan biaya yang wajar, terutama bagi warga desa yang kurang mampu. (Red/*)

Previous Post

Pemerintah Desa Negeri Ratu Ngambur Gotong Royong Buat Pagar TPU

Next Post

Revitalisasi NDP HMI: Ikhtiar Kader dalam Perjuangan Sosial

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Berkah Ramadan, HKSL Lampung Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Santunan dan Buka Puasa Bersama

8 Maret 2026

ALAK Soroti Dugaan Manipulasi Anggaran dan Mark Up Pengadaan di Puskesmas Pringsewu

6 Maret 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Lebaran: Antara Iklan Sirup dan Realita yang ‘Pixelated’

13 Maret 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.