Jakarta, Jelajah.co – Konferensi Daerah (Konferda) I Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta yang digelar di Gedung Wisma Sangkrini, Jakarta Timur, Sabtu (7/2/2026), resmi menetapkan De Niao (DPC GMNI Jakarta Pusat) sebagai Ketua dan Aqil (DPC GMNI Jakarta Timur) sebagai Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta.
Konferda ini mengangkat tema “Transformasi GMNI DKI Jakarta dalam Menyambut Jakarta sebagai Kota Global”, sebagai bentuk komitmen GMNI dalam merespons dinamika perubahan Jakarta sekaligus memperkuat peran organisasi dalam pembangunan nasional.
Konferda GMNI DKI Jakarta yang Di Buka Di Gedung Juang 45 Jakarta Pada 23 Januari 2025 ini Sekaligus menetapkan Peserta Sidang Konferda dari DPC GMNI Jakarta Timur, DPC GMNI Jakarta pusat, DPC GMNI Jakarta Barat, dpc GMNI Jakarta Selatan dan DPC GMNI Jakarta Utara di Jadwalkan selesai Pada 25 Januari 2025.
Namun Konferda GMNI DKI Jakarta ini sempat diwarnai dinamika sehingga kegiatan di tunda Hampir 2 Minggu dan di lanjutkan kembali pada Sabtu (7/2/2026). di Gedung Sangkrini Jakarta.
Konferda Yang Di Buka kembali Oleh pimpinan sidang sementara sekaligus ketua DPD GMNI DKI Jakarta Mekel Silalahi beserta Jajaran Pengurus DPD GMNI DKI Jakarta yang hadir antara lain : Andi Aditia selaku sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta, Sarinah Nurlianti Selaku Bendahara, Mohamad Samsuri Bidang aksi dan Advokasi dan Daniel Ronyfaldo Bidang Organisasi.
Pimpinan Sidang Sementara Pada Pleno 1 Menetapkan Pimpinan Sidang Tetap antara lain Okmal dari DPC GMNI Jakarta pusat sebagai pimpinan sidang 1, Ruslan dari DPC GMNI Jakarta Timur sebagai pimpinan sidang tetap 2 dan Mixel dari DPC GMNI Jakarta Barat sebagai notulensi.
Sidang pleno 2 yang di lanjutkan oleh pimpinan sidang tetap Selain Laporan LPJ dari pimpinan sidang sementara yaitu Laporan kepengurusan DPD GMNI DKI Jakarta sekaligus membuka untuk peserta sidang dari cabang cabang memberikan pandangan umum terhadap LPJ.
Pimpinan Sidang Tetap Menerima LPJ Kepengurusan DPD GMNI DKI Jakarta Dan Mendemisionerkan Kepengurusan DPD GMNI DKI Jakarta.
Sementara itu, dalam pidato perdananya, De Niao menegaskan bahwa Jakarta merupakan episentrum gerakan mahasiswa yang memiliki nilai historis penting dalam perjalanan GMNI. Oleh sebab itu, GMNI DKI Jakarta harus tampil sebagai kekuatan strategis yang mampu mendorong perubahan progresif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Sejarah mencatat Jakarta sebagai pelopor dari tiga fusi organisasi yang melahirkan GMNI. Karena itu, GMNI DKI Jakarta harus berada di garis depan transformasi dengan menghadirkan gagasan, gerakan, serta kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Sebagai penutup, De Niao mengatakan bahwa GMNI DKI Jakarta siap berkolaborasi dengan seluruh pihak, baik mitra kritis maupun strategis, termasuk pemerintah, demi mewujudkan perubahan yang berpihak pada rakyat.
Konferda I GMNI DKI Jakarta ini menjadi tonggak awal konsolidasi gerakan kader di tingkat daerah untuk memperkuat ideologi Marhaenisme, soliditas organisasi, serta keberpihakan pada rakyat dalam menyongsong Jakarta sebagai kota global yang berkeadilan sosial.








