PESAWARAN, Jelajah.co – Dugaan aktivitas pengolahan bahan bakar minyak (BBM) ilegal kembali mencuat di Kabupaten Pesawaran. Sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi pengolahan minyak mentah dilaporkan beroperasi di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, aktivitas tersebut disebut telah berlangsung sekitar satu bulan di lokasi yang berada di kawasan relatif terpencil.
Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut gudang tersebut diduga digunakan untuk mengolah minyak mentah sebelum hasil olahannya didistribusikan melalui jalur laut.
Sumber itu juga mengklaim pengelolaan gudang dilakukan oleh seseorang berinisial HD yang disebut sebagai orang kepercayaan pemilik usaha berinisial GS. Selain itu, sumber tersebut turut menyampaikan dugaan adanya keterlibatan oknum aparat.
Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya Lempasing, Edy, membenarkan adanya aktivitas gudang yang diduga mengolah BBM di wilayahnya.
“Sudah sekitar satu bulan lebih gudang tersebut beroperasi. Namun sampai saat ini tidak pernah ada koordinasi ataupun pemberitahuan kepada pemerintah desa,” kata Edy saat dikonfirmasi, Senin (4/8/2026).
Menurut Edy, apabila kegiatan tersebut merupakan usaha pengolahan BBM yang sah, seharusnya terdapat koordinasi dengan pemerintah desa serta kelengkapan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengaku khawatir terhadap potensi risiko kebakaran maupun dampak lingkungan apabila aktivitas tersebut benar dilakukan tanpa memenuhi standar keselamatan.
“Di wilayah kami sebelumnya pernah terjadi kebakaran gudang pengolahan BBM ilegal. Karena itu kami berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan sejumlah warga sekitar. Mereka mengaku mencium bau menyengat dari lokasi dan khawatir aktivitas tersebut berpotensi membahayakan lingkungan maupun keselamatan masyarakat.
“Kami khawatir kalau terjadi kebakaran karena aktivitasnya terlihat tidak memiliki standar keamanan yang memadai,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun instansi terkait mengenai dugaan aktivitas pengolahan BBM ilegal tersebut. Pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan, termasuk HD, GS, maupun pihak yang disebut dalam dugaan keterlibatan oknum aparat, juga belum memberikan tanggapan atau klarifikasi. (Tim)








