Bandar Lampung, Jelajah.co – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Siapkan sejumlah strategi menghadapi kebijakan Efesiensi Anggaran, ditengah kebijakan Pemerintah RI dalam Mengalokasi kan anggaran ini, Disparekraf Lampung siapkan strategi agar program yang ada tetap berjalan dengan baik dan efektif.
Diketahui sejumlah anggaran di Disparekraf Lampung juga ikut terkena imbas Efesiensi Anggaran, namun hal ini tidak menjadi hambatan dalam melaksanakan program dengan baik.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparekraf Provinsi Lampung, Lakoni Ahmad saat diwawancara di ruangannya, Rabu (12/3/2024).
“Ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk merekofusing anggaran, dan ini pasti ada tujuan yang mulia. Kita sebagai warga negara harus mendukung program itu, walau begitu kita tetap harus menjalankan program dengan baik dengan anggaran yang ada, jika tahun lalu kegiatan atau program itu kita laksanakan di hotel, tahun ini mungkin kita akan lakukan di gedung-gedung pemerintah, kemudian ada juga soal festival budaya, nanti kita akan berkolaborasi dengan stakeholder, sehingga nanti ada sponsor, ” jelasnya.
“Tadinya dibidang Ekraf ini ada 14 kali pelatihan untuk menunjang pengembangan SDM ke masyarakat ekonomi kreatif, tahun ini dipotong tinggal 7 kegiatan lagi. Makanya tahun ini kita betul-betul prioritas kan daerah yang membutuhkan program ini,” tambah Lakoni.
Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa di bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) terdapat 17 Subsektor yang menjadi andalan skala Nasional, diantaranya, Bidang Kuliner, Fashion, dan Seni Kriya, subsektor ini dianggap mampu menunjang kemampuan pelaku UMKM dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Dibidang ekonomi kreatif ini ada 17 subsektor salah satunya yang menjadi andalan skala nasional adalah Kuliner, Fashion, dan Seni Kriya,” tuturnya. (Alb)







