Bandarlampung, Jelajah.co – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mulai merealisasikan janjinya untuk memajukan dunia olahraga, khususnya sepak bola. Salah satu langkah besar yang diambilnya adalah mengundang Bhayangkara FC untuk bermarkas di Lampung, membuka peluang bagi provinsi ini menjadi pusat pembinaan sepak bola profesional.
Menurut Mirza, Bhayangkara FC yang akan berlaga di Liga 1 musim 2025/2026 bisa menjadi pemantik semangat bagi insan sepak bola di Lampung.
“Harus ada pemicu agar sepak bola Lampung bisa maju lebih cepat. Mengundang Bhayangkara FC adalah langkah strategis. Mudah-mudahan ini menjadi dorongan besar bagi kita semua untuk lebih serius membangun sepak bola,” ujar Mirza, Minggu (9/3/25).
Ia menambahkan bahwa Lampung memiliki fasilitas yang cukup memadai, meski masih memerlukan beberapa perbaikan. Selain itu, ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan harus dibangun dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.
“Kita butuh sistem pembinaan yang kuat, mulai dari kompetisi lokal hingga nasional. Sepak bola harus maju ke arah industri agar menarik perhatian sponsor dan investor,” tandasnya.
Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung, Yoga Swara, menyambut baik inisiatif Mirza. Ia menilai langkah ini menunjukkan keseriusan Gubernur dalam membangun olahraga di Lampung.
“Ini bukan sekadar janji, tapi langkah nyata. Jika Bhayangkara FC benar-benar bermarkas di sini, tentu akan berdampak positif bagi perkembangan sepak bola Lampung,” ujar Yoga.
COO Bhayangkara FC, Sumardji, telah meninjau beberapa fasilitas di Lampung, termasuk Stadion Sumpah Pemuda. Jika kesepakatan tercapai, Pemprov Lampung berkomitmen untuk mendukung penuh kebutuhan infrastruktur yang diperlukan klub tersebut.
Dengan rencana besar ini, Lampung berpotensi menjadi tuan rumah bagi klub Liga 1 dan sekaligus mempercepat kebangkitan sepak bola di provinsi ini. Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya: apakah Bhayangkara FC benar-benar akan menjadikan Lampung sebagai markas barunya?
(Red)







