• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Senin, 13 Juli 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Jabar

Frits Saikat : Kejati Lemot, Tantang Kejati Jabar Tuntaskan Kasus Retribusi Sampah

Redaksi by Redaksi
1 November 2025
in Jabar, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bekasi, Jelajah.co — Penanganan dugaan korupsi penerimaan retribusi persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2021 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) terus menjadi sorotan publik.
Meski sudah lebih dari satu tahun sejak dilimpahkan dari Kejaksaan Agung (Kejagung), masyarakat menilai belum ada perkembangan berarti dalam kasus ini.

Kasus tersebut bermula dari laporan Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) DPC Kota Bekasi kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung pada 7 Desember 2024, terkait dugaan penyalahgunaan penerimaan retribusi sampah senilai Rp6,28 miliar berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Pada 22 April 2025, Kejagung kemudian melimpahkan penanganan perkara tersebut ke Kejati Jabar.

Aktivis Kritik Lambannya Penanganan

Aktivis Bekasi Frits Saikat menilai Kejati Jabar belum menunjukkan komitmen nyata dalam mengusut kasus tersebut.

BACA JUGA

Oplus_16908288

Pemerintah Pastikan Pendapatan Driver Ojol Tak Terdampak Kebijakan Potongan Komisi 8 Persen

13 Juli 2026

Festival Film Jelek Vol. 2 “Bertamasya” Jadi Ruang Kreatif bagi Sineas Independen

11 Juli 2026

“Harapannya Kejati Jabar berani menindaklanjuti proses hukum yang sudah berjalan. Ini hasil temuan lembaga negara juga (BPK),” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

Namun, Frits mengaku pesimis terhadap kinerja kejaksaan dalam menuntaskan kasus itu.

“Jujur saja, saya pribadi pesimis. Kalau perlu, yakinkan kita supaya tidak perlu berharap,” katanya.

Ia menegaskan, transparansi kepada publik merupakan kewajiban dalam setiap pengelolaan anggaran daerah.

“Anggaran publik itu harus transparan. Pengembalian uang tidak menggugurkan pidana korupsi. Masa Kejati Jabar nggak ngerti?” tegasnya.

Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada aktor kecil.

“Belum pernah ada sejarahnya kita matiin ular berbisa dari ekornya,” sindirnya.

Publik Minta Kepastian

Saat ditanya apakah dirinya yakin kasus ini akan tuntas, Frits menjawab singkat namun tegas:

“Tanya saja Kejati Jabar. Berani apa enggak?”

Ia menilai kepercayaan publik terhadap penegakan hukum kini semakin menurun.

“Masyarakat sudah pesimis dengan hukum. Tinggal bagaimana aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan, mampu mengubah stigma ini,” ucapnya.

Belum Ada Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diterbitkan, Kasipenkum Kejati Jabar belum memberikan tanggapan terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Sikap diam pihak kejaksaan dinilai semakin menimbulkan tanda tanya di kalangan publik mengenai keseriusan lembaga itu dalam memberantas korupsi, terutama di daerah.

Kasus dugaan korupsi retribusi sampah ini menjadi perhatian luas karena menyangkut transparansi anggaran daerah dan integritas aparat penegak hukum.
Media akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada kejelasan dari pihak Kejati Jabar. (Red)

Previous Post

Stadium General Pascasarjana Bahas Peran Agama dalam Menjaga Keseimbangan Ekologis

Next Post

BRI Cabang Pringsewu Dorong UMKM Tanggamus Naik Kelas Lewat Pendampingan dan KUR

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Tikam Sepupu Saat Ritual Adat Wara, Pria di Barsel Diamankan Polisi

12 Juli 2026

DPP GASAK Desak Kejati dan BPK Audit Pengadaan Dinas Kominfo Pesisir Barat

16 Juni 2026

Pemkab Barsel Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan Dua Desa, Tim Verifikasi Segera Turun ke Lapangan

8 Juli 2026

ALAM Demo Kejati Lampung, Desak Dugaan TPPU Oknum Jaksa Diusut Transparan

10 Juli 2026

Warga Laporkan Dugaan Pemuatan Kayu Ilegal di Lokasi Sengketa Lahan Majundre, Aparat Diminta Tindak Lanjuti

10 Juli 2026
Oplus_16908288

Pos TNI AL Barsel Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Desa Kalahien

10 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.