BARITO SELATAN, Jelajah.co — Ketika Bupati dan Wakil Bupati Barito Selatan turun menyusuri desa, menembus kawasan terdampak kabut asap hingga memastikan bantuan pangan sampai kepada masyarakat, dua sosok kepala organisasi perangkat daerah ini kerap terlihat berada di lapangan.
Mereka adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Barito Selatan, Ida Safitri, S.P., M.M., dan Kepala Dinas Sosial Barito Selatan, Syahdani, S.Pd.
Keduanya menjadi bagian dari jajaran pemerintah daerah yang terlibat langsung dalam sejumlah kegiatan pelayanan masyarakat bersama Bupati Barito Selatan Dr. H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M. dan Wakil Bupati Khristianto Yudha, S.T., M.T.
Bukan hanya bekerja dari balik meja, Ida Safitri dan Syahdani terlihat turun langsung dalam berbagai kegiatan di lapangan, mulai dari penyaluran bantuan pangan hingga menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah Barito Selatan.
Peran keduanya semakin terlihat ketika kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap menjadi perhatian di wilayah Barito Selatan.
Saat pemerintah daerah menginstruksikan penyaluran 20 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), jajaran DKPP dan Dinas Sosial ikut bergerak untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran dilakukan di sejumlah wilayah, mencakup enam kecamatan dan 35 desa, termasuk kawasan Dusun Parigi, Desa Kalahien, hingga Kelurahan Pendang.
Di tengah kegiatan tersebut, Ida Safitri dan Syahdani tidak hanya hadir dalam proses seremonial. Keduanya terlihat terlibat langsung dalam kegiatan penyaluran bantuan bersama jajaran pemerintah daerah.
Karung-karung beras berukuran 10 kilogram disiapkan dan disalurkan kepada masyarakat, sementara paket bantuan sosial diserahkan kepada warga penerima.
Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari pelayanan pemerintah daerah.
Di Desa Tamparak, misalnya, kehangatan interaksi antara pemerintah dan warga terlihat saat Ida Safitri berinteraksi dengan seorang warga lanjut usia penerima bantuan. Sementara Syahdani juga tampak menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga penerima bantuan di Desa Kalahien.
Tidak ada podium tinggi dan jarak panjang dalam momen tersebut.
Yang terlihat adalah pertemuan langsung antara aparatur pemerintah dan masyarakat yang datang untuk menerima bantuan.
Perjalanan menuju sejumlah wilayah pun tidak selalu mudah. Ada daerah yang harus dijangkau melalui jalur sungai menggunakan kelotok, melewati Sungai Barito, hingga menghadapi kondisi lapangan yang dipengaruhi kabut asap.
Namun pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi agenda yang harus dijalankan.
Bagi Ida Safitri dan Syahdani, kehadiran di lapangan menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai perangkat daerah dalam menjalankan program pemerintah.
Keterlibatan keduanya juga menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan tidak berhenti pada rapat dan instruksi dari kantor.
Program pemerintah membutuhkan kerja di lapangan, koordinasi, serta memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
Dalam berbagai kegiatan tersebut, Ida Safitri menjalankan peran melalui DKPP dalam urusan ketahanan pangan dan pertanian, sementara Syahdani melalui Dinas Sosial memastikan pelayanan sosial dan penyaluran bantuan dapat menjangkau masyarakat.
Di tengah tantangan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat, keduanya menjadi bagian dari jajaran pemerintah daerah yang turun langsung mendampingi pelaksanaan program.
Bagi masyarakat, kehadiran pejabat di lapangan memiliki arti tersendiri.
Pemerintah tidak hanya hadir melalui kebijakan dan dokumen, tetapi juga melalui orang-orang yang datang langsung ke desa, menyapa warga, dan memastikan pelayanan berjalan.
Ida Safitri dan Syahdani menjadi dua sosok di antara jajaran OPD Barito Selatan yang terlihat aktif dalam kegiatan pelayanan masyarakat bersama Bupati Eddy Raya Samsuri dan Wakil Bupati Khristianto Yudha.
Pembangunan, pada akhirnya, tidak hanya berbicara tentang jalan, gedung, dan angka-angka dalam anggaran.
Ada pula pekerjaan yang berlangsung jauh dari ruang rapat—di dermaga, di desa, di tepian sungai, dan di tengah masyarakat yang membutuhkan kehadiran pemerintah.
Di sanalah pelayanan publik diuji.
Dan bagi Ida Safitri serta Syahdani, turun ke lapangan menjadi bagian dari cara menjalankan amanah tersebut
(Abeh)








