• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 4 Februari 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Jejak Langkah yang Berulang: Demo Mahasiswa dan Bayang-Bayang Dwifungsi ABRI

Redaksi by Redaksi
22 Maret 2025
in Sudut Pandang
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarah sering kali berulang, meski dengan wajah yang berbeda. Di jalanan Jakarta, Yogyakarta, Medan, hingga Manado, ribuan mahasiswa turun ke jalan, menolak revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI). Di mata mereka, aturan ini bukan sekadar regulasi, melainkan sebuah pintu yang bisa membawa Indonesia kembali ke masa lalu—masa di mana militer tak hanya menjaga batas negara, tetapi juga mencampuri urusan sipil.

Bayangan itu bukan sekadar kekhawatiran tanpa dasar. Sejarah mencatat bagaimana konsep Dwifungsi ABRI pernah menjadikan militer sebagai pemain utama dalam politik dan pemerintahan selama Orde Baru. Kala itu, seragam hijau loreng bukan hanya terlihat di barak atau medan perang, tetapi juga di kursi-kursi parlemen, kementerian, hingga perusahaan milik negara.

Kini, mahasiswa khawatir sejarah akan berulang.

BACA JUGA

Cut habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

Makan Gratis dan Tanggung Jawab yang Selalu Menguap

3 Februari 2026
Cut habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

Ketika Ela “Mengelak”

1 Februari 2026

Suara dari Jalanan

Di depan Gedung DPR, mahasiswa berteriak, “Reformasi dikorupsi!” Seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia yang ikut aksi mengatakan bahwa RUU ini bisa membuka jalan bagi militer untuk kembali ke ranah sipil.

“Kami tidak ingin melihat tentara menjadi camat, direktur BUMN, atau pejabat daerah lagi. Ini bukan era Orde Baru. Reformasi 1998 memperjuangkan pemisahan tegas antara militer dan sipil,” katanya lantang.

Demo di berbagai daerah pun menggema dengan narasi yang sama: mempertahankan supremasi sipil dan menolak campur tangan militer dalam urusan yang bukan bagiannya.

Bayang-Bayang Orde Baru

Mereka yang hidup di era 1980-an dan 1990-an tentu masih ingat bagaimana sulitnya berbicara kritis terhadap pemerintahan. Setiap sudut ada mata-mata, kritik dianggap sebagai ancaman, dan yang bersuara bisa tiba-tiba menghilang. Mahasiswa masa kini tidak ingin melihat kondisi seperti itu kembali terjadi.

Sejarah mencatat bahwa pada masa Dwifungsi ABRI, tentara memiliki kursi tetap di parlemen. Mereka juga mengisi berbagai jabatan sipil, bahkan menjadi gubernur dan bupati tanpa melalui pemilu. Keberadaan mereka bukan hanya di sektor keamanan, tetapi juga dalam kebijakan ekonomi, politik, dan sosial.

Kini, dengan revisi UU TNI yang mengizinkan perwira aktif menduduki jabatan sipil tanpa pensiun, mahasiswa merasa déjà vu. Seolah reformasi yang diperjuangkan pada 1998 mulai terkikis perlahan.

Apakah Sejarah Akan Berulang?

Seorang dosen ilmu politik dari Universitas Gadjah Mada menyebut bahwa revisi ini bisa menjadi awal dari “pintu kecil” yang semakin lama terbuka lebar.

“Dulu, dwifungsi ABRI juga dimulai dari justifikasi stabilitas nasional. Militer dianggap bisa membantu pemerintahan sipil. Lama-kelamaan, batas itu kabur, dan akhirnya militer menjadi penguasa segala aspek kehidupan,” jelasnya.

Kekhawatiran ini diperparah dengan tindakan represif terhadap demonstrasi mahasiswa. Di Jakarta, pagar DPR roboh akibat dorongan massa, sementara di Yogyakarta dan Medan, bentrokan dengan aparat tak terhindarkan. Sejumlah mahasiswa luka-luka, seperti sejarah yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelum reformasi.

Bagi mahasiswa, sejarah adalah guru terbaik. Mereka tidak ingin pengorbanan para senior mereka di 1998 sia-sia. Mereka tahu bahwa demokrasi harus dijaga, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan aksi.

Di tengah terik matahari dan gas air mata yang beterbangan, mereka berteriak, “Tolak RUU TNI! Demokrasi harus dijaga!”

Pertanyaannya, apakah suara mereka akan didengar, atau justru dianggap angin lalu seperti sebelum-sebelumnya? Jika sejarah benar-benar berulang, akankah Indonesia kembali ke masa lalu, atau justru belajar dan memperbaiki diri?

Hanya waktu yang bisa menjawabnya. (Aby)

Previous Post

DPRD Bandar Lampung Bentuk Pansus Awasi Tindak Lanjut LHP BPK

Next Post

Ormas Islam Gelar Aksi dan Galang Dana untuk Palestina di Depan Kedubes AS

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

19 Januari 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Hampir Setahun Memimpin, Aktivis Nilai Kinerja Bupati Lampung Utara Jauh dari Janji Kampanye

12 Januari 2026

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.