Bandar Lampung, Jelajah.co — Dewan Pimpinan Daerah Pengembang Indonesia (DPD PI) Lampung tancap gas mengejar target ambisius 2.000 akad Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026. Strategi yang ditempuh bukan jalan pintas, melainkan maraton audiensi dengan seluruh bank pelaksana Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di Provinsi Lampung.
Hingga larut malam, Kamis (23/01/2026), jajaran DPD PI Lampung menggelar audiensi intensif bersama Bank BSN KCS Bandar Lampung. Pertemuan yang dimulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung hampir hingga tengah malam itu digelar di kantor Adjie Bangun Properti.
Audiensi tersebut tak sekadar pertemuan formal. Forum ini menjadi ruang konsolidasi, penyamaan persepsi, sekaligus penguatan komitmen antara pengembang dan perbankan agar realisasi KPR subsidi berjalan optimal, terukur, dan berkelanjutan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Dewan Pertimbangan DPD PI Lampung Urianto Muslimin, Wakil Ketua Bidang Perbankan DPD PI Lampung Paulus Tamrin, Bendahara DPD PI Lampung Kris, Deputi Branch Manager Bank BSN KCS Bandar Lampung Andi Kusuma, serta MCFU Head Bank BSN Nizar.
Dalam forum tersebut, Urianto Muslimin tampil sebagai figur sentral. Ia menegaskan bahwa target 2.000 akad FLPP bukan sekadar ambisi organisasi, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial pengembang dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Lampung.
“Pengembang harus solid, bank harus percaya, dan negara harus kita bantu dengan kerja nyata. Kalau kita satu frekuensi, target ini bukan hal yang mustahil,” tegas Urianto.
Menurutnya, keberhasilan program FLPP sangat bergantung pada sinergi yang sehat antara pengembang dan perbankan, termasuk kesamaan pandang dalam menyikapi tantangan teknis, regulasi, hingga dinamika pembiayaan di lapangan.
Bagi banyak anggota PI Lampung, Urianto tidak hanya berperan sebagai pembina organisasi, tetapi juga mentor yang konsisten menanamkan optimisme dan menjaga semangat kolektif di tengah berbagai kendala yang kerap dihadapi sektor perumahan subsidi.
DPD PI Lampung memastikan maraton audiensi dengan bank-bank pelaksana KPR subsidi akan terus berlanjut dalam waktu dekat. Langkah ini dipandang sebagai fondasi penting dalam mengejar target FLPP 2026, sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penyangga utama program perumahan subsidi nasional. (Red)







