• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 4 Februari 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Ketua FKWKP Soroti Minimnya Transparansi Dana Desa di Pringsewu: “Jangan Sampai Wartawan Jadi Pelengkap Penderita!”

Redaksi by Redaksi
19 Mei 2025
in Lampung, Pemerintahan
A A
Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pringsewu (FKWKP), Bambang Hartono

Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pringsewu (FKWKP), Bambang Hartono

Share on FacebookShare on Twitter

Pringsewu, Jelajah.co – Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pringsewu (FKWKP), Bambang Hartono, melontarkan kritik tajam terhadap lemahnya pengawasan media terhadap pengelolaan dana desa dalam dua tahun terakhir. Ia menyebut, minimnya transparansi di sejumlah pekon di Pringsewu mengindikasikan adanya praktik penyimpangan anggaran yang kian marak.

“Jangan sampai wartawan hanya jadi pelengkap penderita di tengah bancakan anggaran,” ujar Bambang, Minggu (18/05/2025).

Ia menilai, ketika media bungkam dan LSM memilih diam, kepala pekon justru semakin berani mempermainkan dana desa. Menurutnya, anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan warga, kini rawan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026

Triga Lampung Kembali Turun ke Jakarta, Bidik SGC

1 Februari 2026

“Kalau media bungkam, LSM diam, lalu siapa yang mengawasi? Jangan-jangan ada yang sengaja dibungkam atau sudah nyaman di zona abu-abu,” sindirnya.

Bambang juga menyoroti buruknya keterbukaan informasi di sejumlah pekon. Ia menyebut, laporan penggunaan dana desa kerap tidak dipublikasikan, papan informasi proyek menghilang, dan warga dibiarkan bertanya-tanya tanpa kejelasan.

“Pekon yang tidak transparan layak dicurigai. Jangan-jangan memang ada yang ditutupi. Jangan-jangan kepala pekon takut kebusukannya terbongkar,” tegasnya.

Padahal, lanjut Bambang, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa secara tegas mewajibkan pengelolaan keuangan desa dilakukan secara transparan dan akuntabel. Karena itu, ia mempertanyakan integritas kepala pekon yang alergi terhadap keterbukaan informasi.

Sebagai Ketua FKWKP, Bambang menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan secara aktif. Ia menyatakan siap membawa dugaan penyimpangan ke ranah hukum jika ditemukan bukti yang kuat.

“Kami bukan hanya organisasi wartawan, kami bagian dari kontrol sosial. Kalau ada kepala pekon yang korupsi dana desa, kami laporkan ke aparat. Biar tahu rasa!” katanya.

Ia juga mengingatkan para wartawan agar kembali ke marwah profesi sebagai pilar demokrasi, bukan sekadar peliput kegiatan seremonial.

“Kalau wartawan cuma sibuk liput potong tumpeng, lalu siapa yang jaga uang negara tetap aman?” cetusnya.

Lebih jauh, Bambang menyerukan pentingnya kolaborasi antara media, LSM, dan aparat penegak hukum dalam mengawasi penggunaan dana desa. Namun, ia mengingatkan agar kolaborasi tersebut bukan sekadar formalitas.

“Kalau penegak hukum juga diam, kita patut curiga: sedang tidur, atau pura-pura tidur?” sindirnya.

Ia berharap kepala pekon di seluruh wilayah Pringsewu kembali menjalankan amanah dengan benar, serta menggunakan dana desa sesuai peruntukan demi kemajuan desa, bukan untuk kepentingan pribadi. (Red)

Tags: Dana DesaKabupaten PringsewuKemendes
Previous Post

Koperasi Merah Putih: Ambisi Besar yang Rentan Gagal

Next Post

MAN 1 Bandar Lampung Bantah Tuduhan Penahanan SKL Siswa

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

19 Januari 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Hampir Setahun Memimpin, Aktivis Nilai Kinerja Bupati Lampung Utara Jauh dari Janji Kampanye

12 Januari 2026

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.