• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 22 Maret 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Ketua GEPAK Kembali Soroti KPU Provinsi Lampung Soal Penggunaan Logo ‘Maung dan Raung’

Redaksi by Redaksi
1 Juli 2024
in Lampung, Politik
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bandar Lampung (Jelajah.co) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (Gepak) Lampung, Wahyudi, kembali menyampaikan kritik terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung.

Kali ini, Wahyudi menyoroti penggunaan logo baru KPU Provinsi Lampung yang dinilai tidak sesuai dengan budaya dan bahasa Lampung.

“Belum selesai kasus monyet memakai kebesaran Adat Lampung, kini KPU Provinsi Lampung kembali bermasalah dengan penggunaan logo ‘Maung dan Raung’,” ujar Wahyudi, Minggu (30/06/2024).

BACA JUGA

UIN Raden Intan Dirikan Posko Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan

19 Maret 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Triga Lampung Sebut Teror Demokrasi

18 Maret 2026

Menurutnya, dalam budaya dan bahasa Lampung, harimau dikenal dengan istilah ‘Lemawong’ atau ‘Kumbok’. “Jadi kalau disebut ‘Raung’ atau ‘Maung’, itu bahasa Lampung mana?” lanjutnya.

Wahyudi juga menekankan pentingnya KPU Provinsi Lampung untuk berkoordinasi dengan tokoh adat dan masyarakat setempat sebelum mengambil keputusan terkait penggunaan simbol budaya.

“KPU Provinsi Lampung seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan tokoh adat Lampung yang banyak jumlahnya dan memahami betul tentang adat istiadat Lampung,” tegasnya.

Wahyudi berharap masalah ini bisa segera diselesaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut di masyarakat.

“Logo tersebut memakai kebesaran Adat Lampung lengkap dengan mahkota, keris, dan tapis, tapi kok disebut ‘Maung dan Raung’? Ada apa ini?” tanyanya.

Wahyudi mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan dan menghormati kearifan lokal dalam setiap kebijakan yang diambil.

Sebagai penutup, Wahyudi berharap masalah ini segera mendapat perhatian dari pihak terkait.

“Insya Allah bermanfaat, aamiin,” tutupnya. “Tabik puun,” tambahnya, menggunakan salam khas Lampung sebagai penegasan. (*)

Previous Post

AKAR Lampung Bangun Sinergi dengan Kepala Daerah

Next Post

Dugaan Pungli dan Pencaloan Tiket dan Kekurangan Petugas Terbongkar di Pelabuhan Merak

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Berkah Ramadan, HKSL Lampung Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Santunan dan Buka Puasa Bersama

8 Maret 2026

ALAK Soroti Dugaan Manipulasi Anggaran dan Mark Up Pengadaan di Puskesmas Pringsewu

6 Maret 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Lebaran: Antara Iklan Sirup dan Realita yang ‘Pixelated’

13 Maret 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.