• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Jumat, 23 Oktober 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Ketua GEPAK Kembali Soroti KPU Provinsi Lampung Soal Penggunaan Logo ‘Maung dan Raung’

Redaksi by Redaksi
1 Juli 2024
in Lampung, Politik
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bandar Lampung (Jelajah.co) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (Gepak) Lampung, Wahyudi, kembali menyampaikan kritik terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung.

Kali ini, Wahyudi menyoroti penggunaan logo baru KPU Provinsi Lampung yang dinilai tidak sesuai dengan budaya dan bahasa Lampung.

“Belum selesai kasus monyet memakai kebesaran Adat Lampung, kini KPU Provinsi Lampung kembali bermasalah dengan penggunaan logo ‘Maung dan Raung’,” ujar Wahyudi, Minggu (30/06/2024).

BACA JUGA

Rp202 Miliar Anggaran PUPR Pesisir Barat Dipersoalkan, GASAK Siap Geruduk Kejagung-KPK

23 Oktober 2026

MAN 1 Bandar Lampung Raih Juara 1 dan 3 LCT Kebumian Se-Sumbagsel

23 Oktober 2026

Menurutnya, dalam budaya dan bahasa Lampung, harimau dikenal dengan istilah ‘Lemawong’ atau ‘Kumbok’. “Jadi kalau disebut ‘Raung’ atau ‘Maung’, itu bahasa Lampung mana?” lanjutnya.

Wahyudi juga menekankan pentingnya KPU Provinsi Lampung untuk berkoordinasi dengan tokoh adat dan masyarakat setempat sebelum mengambil keputusan terkait penggunaan simbol budaya.

“KPU Provinsi Lampung seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan tokoh adat Lampung yang banyak jumlahnya dan memahami betul tentang adat istiadat Lampung,” tegasnya.

Wahyudi berharap masalah ini bisa segera diselesaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut di masyarakat.

“Logo tersebut memakai kebesaran Adat Lampung lengkap dengan mahkota, keris, dan tapis, tapi kok disebut ‘Maung dan Raung’? Ada apa ini?” tanyanya.

Wahyudi mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan dan menghormati kearifan lokal dalam setiap kebijakan yang diambil.

Sebagai penutup, Wahyudi berharap masalah ini segera mendapat perhatian dari pihak terkait.

“Insya Allah bermanfaat, aamiin,” tutupnya. “Tabik puun,” tambahnya, menggunakan salam khas Lampung sebagai penegasan. (*)

Previous Post

AKAR Lampung Bangun Sinergi dengan Kepala Daerah

Next Post

Dugaan Pungli dan Pencaloan Tiket dan Kekurangan Petugas Terbongkar di Pelabuhan Merak

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

PMI Asal Barito Selatan Dipulangkan dari Malaysia, BP3MI Ingatkan Warga Hindari Agen Ilegal

2 Oktober 2026

ASN Barsel Diminta Segera Pindah KTP, BKPSDM Ingatkan Batas Akhir Oktober

4 Oktober 2026

Dua Staf Bawaslu Mesuji Diamankan Polisi di Tubaba, PAJAN Desak Bawaslu Terbuka

2 Oktober 2026

Membanggakan! Siswi SMAN 1 Buntok Tembus Final Nasional AVIMSA, Wakili Kalteng ke Banjarmasin

24 September 2026

Pencarian Berakhir Duka, Rehan 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Gosong Iring Witu Buntok

1 Oktober 2026

Kejari Barsel Dalami Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp27 Miliar, Anggaran 2023-2024 Jadi Fokus

29 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.