BANDAR LAMPUNG, Jelajah.co — Lembaga Pendampingan Proses Produk Halal (LP3H) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung menegaskan perannya sebagai motor penggerak sertifikasi halal di daerah. Dalam waktu kurang dari setahun, lembaga ini mengklaim telah membangun struktur menyeluruh hingga ke kabupaten/kota dan menerbitkan ribuan sertifikat halal bagi pelaku usaha.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) LP3H GP Ansor Lampung tingkat provinsi yang digelar pada Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran Pimpinan Wilayah GP Ansor Lampung, pengurus LP3H provinsi, pimpinan cabang, serta seluruh ketua LP3H kabupaten/kota se-Lampung.
Ketua LP3H Provinsi Lampung, Yanuar Rizal, menyebut konsolidasi organisasi menjadi kunci percepatan kinerja lembaga sejak pelantikan pada 2025.
“Dalam waktu singkat, LP3H GP Ansor Lampung telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota. Kami merekrut 1.500 pendamping halal dan telah menerbitkan 4.730 sertifikat halal,” ujar Yanuar.
Ia menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bentuk kesiapan Ansor dalam mengambil peran strategis mendukung kebijakan nasional sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku UMKM.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Lampung, Hadi Budi Yunanto, menekankan bahwa LP3H bukan hanya lembaga teknis, melainkan instrumen pengabdian kader Ansor kepada masyarakat dan negara.
“LP3H adalah ruang khidmat kader Ansor. Pendampingan halal bukan sekadar administrasi, tapi jaminan keamanan konsumsi umat dan penguatan ekonomi nasional,” tegas Hadi, yang akrab disapa Haye.
Menurutnya, keberadaan LP3H harus mampu menjawab tantangan lapangan, terutama mempercepat sertifikasi halal bagi UMKM yang selama ini terkendala akses dan pendampingan.
Rakor ini diharapkan menjadi titik penguatan arah kebijakan dan program LP3H ke depan, seiring struktur organisasi yang kini telah merata di seluruh Bumi Ruwa Jurai, sekaligus mempertegas posisi GP Ansor sebagai mitra strategis negara dalam ekosistem halal nasional. (Red/Rls)







