Bandar Lampung, Jelajah.co – Langit di atas Kota Bandar Lampung mendung. Bukan hanya awan hitam yang menggantung, tetapi juga ancaman badai perlawanan dari para aktivis antikorupsi. Suasana panas semakin terasa menjelang aksi besar yang akan digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Pelopor Rakyat Menggugat (LSM PERANG).
Di sebuah ruangan sederhana, Mareski, Ketua LSM PERANG, duduk dengan wajah tegang. Matanya menatap tajam laporan yang sudah berbulan-bulan ia telusuri. Di dalamnya, tercantum angka-angka yang tidak wajar—anggaran yang muncul berulang, perjalanan dinas yang terlalu besar, dan program yang seakan hanya ada di atas kertas.
“Kami sudah muak. Setiap tahun, anggaran swakelola di Dinas Pertanian Pringsewu berjalan dengan pola yang sama. Seperti ada skenario rapi untuk menguras uang negara, sementara para petani tetap bergelut dengan kesulitan,” ucapnya dengan nada geram.
Dia menghela napas. Rp 375 juta lebih untuk perjalanan dinas. Tapi pertanyaannya, siapa yang benar-benar bepergian? Apakah ada hasil yang nyata, atau hanya sederet tiket dan laporan fiktif yang dimainkan oleh mereka yang berkepentingan?
Mareski dan timnya tak mau tinggal diam. Mereka telah menyiapkan dokumen lengkap, bukti-bukti yang cukup untuk menggoyang institusi penegak hukum. Kejati Lampung dan BPK Perwakilan Lampung harus segera turun tangan, atau mereka akan menghadapi tekanan dari gelombang demonstrasi yang tak bisa dibendung.
“Kami tidak hanya bicara soal anggaran perjalanan dinas. Kami akan membongkar semuanya—dari pengadaan sarana pertanian hingga proyek-proyek yang mungkin hanya menjadi ilusi di atas kertas. Ini bukan sekadar aksi protes. Ini peringatan. Jika mereka tidak bergerak, kami yang akan bergerak lebih jauh,” katanya, suaranya menggema di ruangan.
Di luar, udara semakin berat. Masyarakat mulai resah, beberapa sudah bersiap ikut dalam aksi yang akan digelar dalam waktu dekat. Mereka lelah dengan janji-janji kosong, dengan anggaran yang entah mengalir ke mana.
Dalam sunyi yang mencekam, hanya ada satu kepastian—LSM PERANG tidak akan mundur. Mereka sudah di garis depan, dan kali ini, mereka tidak akan pulang sebelum keadilan ditegakkan.
“Kita harus menguak Kepiawaian birokrat berdasi menguntit anggaran negara,” tegas Ketua LSM PERANG, Mareski, dalam diskusi di Redaksi Jelajah.co.







