• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 22 Maret 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Jakarta

Negara Gagal, Brutalitas Aparat Harus Dihentikan

Redaksi by Redaksi
29 Agustus 2025
in Jakarta
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Jelajah.co — Gugurnya Affan Kurniawan pada aksi demonstrasi 28 Agustus 2025 mendapat sorotan tajam dari Pagar Nusa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). Ketua Pagar Nusa UNUSIA menilai peristiwa itu bukan kecelakaan biasa, melainkan potret kegagalan negara dalam melindungi hak hidup warganya.

“Ketika aparat yang digaji dengan uang rakyat berubah menjadi mesin represi, maka sesungguhnya negara sedang memperlihatkan wajah aslinya: lebih takut pada suara rakyat daripada pada dosa ketidakadilan,” tegas Ketua Pagar Nusa UNUSIA, Jumat (29/8/25).

Ia menegaskan, keterlibatan Pagar Nusa dalam aksi 28–29 Agustus 2025 adalah bentuk penolakan untuk diam. Pagar Nusa, katanya, bukan hanya penjaga diri, tetapi juga penjaga martabat.

BACA JUGA

Volume Arus Mudik Meningkat, Polri Pastikan Lalu Lintas Tetap Terkendali

20 Maret 2026

Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Diberangkatkan, Lebih dari 116 ibu Pemudik Nikmati Mudik Nyaman Bersama

18 Maret 2026

“Ketika rakyat dipukul, mahasiswa ditangkap, dan nyawa melayang, maka diam adalah pengkhianatan terhadap Islam, Pancasila, dan kemanusiaan,” lanjutnya.

Menurutnya, tragedi gugurnya Affan Kurniawan menambah daftar panjang kekerasan aparat terhadap rakyat. Mulai dari tragedi mahasiswa 1998, korban #ReformasiDikorupsi 2019, tragedi Kanjuruhan 2022, hingga kini 2025.

“Semua korban jatuh bukan karena rakyat salah menuntut, tetapi karena negara gagal mendengar. Pola ini membuktikan bahwa kekerasan bukan ‘oknum’, melainkan strategi kekuasaan untuk menundukkan rakyat,” ujarnya.

Dalam sikap resmi, Pagar Nusa UNUSIA menyampaikan tiga poin penting. Pertama, Kepolisian Republik Indonesia harus bertanggung jawab penuh atas gugurnya Affan Kurniawan. Penegakan hukum tidak boleh berhenti di “oknum”, melainkan harus menjerat seluruh rantai komando.

Kedua, negara wajib menghentikan brutalitas aparat. Kekerasan negara, termasuk penggunaan gas air mata dan peluru karet, disebut hanya memperlihatkan ketakutan rezim terhadap rakyatnya sendiri.

Ketiga, hentikan kriminalisasi terhadap suara rakyat. Demonstrasi, menurutnya, adalah hak konstitusional, bukan ancaman.

“Demokrasi tidak bisa hidup di bawah bayang-bayang senjata. Gugurnya Affan adalah peringatan keras bahwa hukum telah dikooptasi oleh kekuasaan, dan aparat kehilangan fungsi moralnya,” tandas Ketua Pagar Nusa UNUSIA.

Ia menutup pernyataannya dengan seruan lantang: “Hidup rakyat! Hidup mahasiswa! Lawan represi, tegakkan keadilan!”

Previous Post

Sesditjen Pendis Kemenag RI Beri Arahan 3N untuk Mahasiswa Baru UIN Raden Intan Lampung

Next Post

Dosen UIN Raden Intan Presentasi Riset di Uzbekistan, Soroti Kolonialisme Epistemik

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Berkah Ramadan, HKSL Lampung Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Santunan dan Buka Puasa Bersama

8 Maret 2026

ALAK Soroti Dugaan Manipulasi Anggaran dan Mark Up Pengadaan di Puskesmas Pringsewu

6 Maret 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Lebaran: Antara Iklan Sirup dan Realita yang ‘Pixelated’

13 Maret 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.