“Pagi yang Penuh Nafas Laut di TPI Higienis Kota Agung”
Matahari belum tinggi ketika aroma asin laut mulai menyatu dengan hiruk pikuk suara tawar-menawar. Inilah suasana pagi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Higienis Pelabuhan Perikanan Kota Agung, Tanggamus, yang seolah menjadi nadi kehidupan masyarakat pesisir.
Dari kejauhan, bangunan biru cerah dengan tulisan “TPI HIGIENIS” menyambut siapa saja yang datang. Di depannya, ratusan orang berkumpul, menciptakan kerumunan yang semarak. Para nelayan baru saja bersandar, membawa hasil laut dari semalam. Ikan-ikan segar langsung diturunkan dari perahu, lalu berpindah tangan ke para pengepul dan pembeli kecil yang sudah siap sejak fajar.
Di antara keramaian, tampak seorang perempuan mengenakan kerudung kuning bermotif batik, menenteng keranjang rotan di tangan kanan dan memegang uang di tangan kiri. Ia tampak tak ragu memilih ikan terbaik untuk dibawa pulang, mungkin untuk dijual kembali di pasar atau untuk lauk makan keluarga.
Motor-motor roda tiga dengan boks es berjajar, beberapa bertuliskan nama unik seperti “JOKER”. Mereka menjadi alat transportasi penting, mengantar hasil laut ini ke berbagai penjuru kota hingga ke luar daerah.
Suasana penuh dinamika ini bukan hanya tentang jual beli. Di sela-sela transaksi, terdengar tawa kecil para ibu yang saling menyapa, atau kelakar nelayan yang baru mendarat. Ada semangat hidup yang nyata, yang lahir dari ketekunan dan harapan.
“Setiap pagi di sini seperti pesta. Tapi ini pesta kerja,” celetuk seorang pria paruh baya sambil memanggul ember berisi ikan segar.
TPI Higienis ini bukan hanya pusat ekonomi, tapi juga panggung budaya. Tempat di mana kerja keras, tradisi, dan semangat komunitas berbaur menjadi satu, menandai denyut nadi kehidupan pesisir Kota Agung yang tak pernah padam. (Aby)







