Murung Raya, Jelajah.co – Pemerintah Kecamatan Barito Tuhup Raya (Batura) bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan terus mengintensifkan langkah-langkah strategis dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemberian bantuan gizi yang dilaksanakan di Kantor Satu Atap Desa Dirung Sararong, belum lama ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan balita sebagai kelompok yang paling rentan terhadap risiko stunting.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 12 ibu hamil dan 32 balita menerima bantuan susu khusus. Bantuan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Camat Barito Tuhup Raya, Sularno, S.Pd., M.Si., hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Sekretaris Camat Yousef Karel Sitinjak, S.IP., M.Si. Kehadiran unsur pimpinan kecamatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal program penanganan stunting hingga ke tingkat desa.
Dalam sambutannya, Sularno menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi dari program Tim Penggerak PKK Kabupaten Murung Raya yang disalurkan melalui TP PKK Kecamatan.
“Pembagian susu ini disalurkan melalui TP PKK Kecamatan untuk memastikan intervensi gizi sampai ke desa-desa, termasuk Desa Dirung Sararong, guna menekan kasus stunting di wilayah kita,” ujar Sularno.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak sejak dini.
Edukasi ini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Sularno menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah tidak akan optimal tanpa adanya kesadaran dari keluarga dalam menjaga pola makan sehat di rumah. Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai faktor penunjang dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Menurutnya, kesehatan dan pendidikan harus berjalan seiring untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.
“Anakmu adalah masa depanmu. Selain gizi, pendidikan juga harus diperhatikan agar anak-anak Desa Dirung Sararong mampu membawa kemajuan bagi desa di masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dirung Sararong, Nopen Hartawan, menyampaikan bahwa pemerintah desa berkomitmen penuh dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Ia menjelaskan bahwa program penanganan stunting menjadi salah satu prioritas dalam penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2025. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah.
Nopen juga mengajak seluruh kader posyandu untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam memantau tumbuh kembang anak secara rutin.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan Desa Dirung Sararong ke depan bisa terbebas dari stunting,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kader kesehatan dan orang tua, sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan program penanganan stunting.
Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan TP PKK, diharapkan upaya penanganan stunting di Kecamatan Barito Tuhup Raya dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Reporter : Pendi
Editor : Redaksi Jelajah.co








