Bandar Lampung, Jelajah.co – Inovasi digital kini menyentuh dapur-dapur UMKM. Aisyah (50), pemilik usaha Pempek Nongya di Bandar Lampung, jadi salah satu pelaku usaha rumahan yang merasakan langsung manfaat penggunaan QRIS dari Bank BRI dalam kegiatan transaksi sehari-hari.
Baginya, QRIS bukan sekadar tren, tapi solusi nyata.
“QRIS ini sangat mempermudah pelanggan dalam pembayaran. Tidak perlu repot siapkan uang tunai atau menunggu kembalian. Semua cukup dari genggaman,” kata Aisyah, Sabtu (13/07/25).
Dengan memanfaatkan QRIS BRI, proses jual beli menjadi lebih praktis, cepat, dan aman. Pembeli cukup memindai kode QR yang ditampilkan, tanpa perlu menyentuh uang fisik atau berinteraksi lama saat antre.
“QRIS sangat efisien. Antrian bisa dipersingkat, uang langsung masuk ke rekening, dan sistemnya juga lebih aman,” tambahnya.
Aisyah, yang memulai usahanya sejak 2018, awalnya memberi nama Pempek Assyifa. Namun karena kendala Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), ia menggantinya menjadi Pempek Nongya. Kini, produknya telah dikenal di berbagai kota besar seperti Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Pempek Nongya dikenal karena rasanya yang kenyal dan gurih, cocok untuk berbagai acara seperti hajatan, pernikahan, hingga syukuran. Dijual dalam paketan isi 20 biji seharga Rp60.000, pempek ini terdiri dari lenjer, pistel, kulit, dan telur. Uniknya, produk ini tahan simpan hingga satu bulan di dalam freezer tanpa mengurangi kualitas rasa.
Selain itu, Aisyah pernah mengikuti pameran UMKM yang diselenggarakan oleh BRI pada HUT BRI 2023. Ia lolos proses kurasi dan berkesempatan mempromosikan produknya secara langsung ke publik.
“Dengan ikut kurasi BRI, saya dapat banyak ilmu. Harapannya, ke depan BRI terus adakan kegiatan besar untuk UMKM seperti kami,“ ucapnya penuh harap.
Kini, Pempek Nongya diproduksi dari rumah Aisyah di Perumahan Griya Abdi Negara, Blok C5 No. 17, Sukabumi, Bandar Lampung. Dengan sentuhan rasa rumahan dan dukungan teknologi QRIS BRI, Aisyah optimistis usahanya bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di era serba digital ini. (*/Red)







