Bandar Lampung, Jelajah.co – Geliat sektor properti nasional pada awal 2026 kian menunjukkan arah konsolidasi serius di tengah perubahan iklim politik dan ekonomi nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Para pengembang mulai menyadari bahwa pertumbuhan bisnis properti tidak lagi bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas daerah dan penguatan organisasi.
Hal tersebut tercermin dalam pertemuan silaturahmi antara Dewan Pertimbangan Pengembang Indonesia (PI) Lampung, Urianto, dengan Ketua PI Sumatera Selatan yang berlangsung di Bandar Lampung, Minggu (04/01/2026).
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi terbuka mengenai masa depan sektor hunian, sekaligus evaluasi peran PI dalam menjawab kebutuhan perumahan masyarakat secara berkelanjutan.
Sejumlah pengurus PI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kris Susanto selaku Bendahara PI, Iko Mukhlis dan Heru sebagai anggota, serta beberapa pengembang lainnya. Ketua PI, Reza, menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya membangun kekuatan kolektif antar-pengembang di Sumatera.
Dalam diskusi, mengemuka satu isu utama yang menjadi perhatian bersama, yakni bagaimana Pengembang Indonesia dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi negeri, tidak hanya melalui pembangunan fisik hunian, tetapi juga melalui kualitas, tata kelola, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Reza menyampaikan bahwa Lampung dan Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara kolaboratif. Menurutnya, pertukaran informasi, pengalaman, dan jejaring antarwilayah menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan hunian sekaligus menjaga iklim usaha tetap sehat.
“Konsolidasi ini dalam rangka memperkuat silaturahmi, rasa kekeluargaan, dan berbagi informasi agar pertumbuhan hunian di Sumatera Selatan dan Lampung bisa berjalan lebih cepat dan terarah. Ke depan, kami berharap kolaborasi besar dapat dilakukan bersama di berbagai provinsi lainnya,” kata Reza.
Silaturahmi yang digelar di Kantor Ajie Bangun Property tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi berkelanjutan dan memperkuat peran Pengembang Indonesia sebagai salah satu motor penggerak pembangunan nasional di sektor perumahan.







