• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Kamis, 24 September 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Jakarta

Peran Sufmi Dasco Jadi ‘Makcomblang’ Hotman-PWI Disorot IAW: Kalau Politik Masuk, Hancur Keadilan

Redaksi by Redaksi
31 Juli 2026
in Jakarta
A A
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Jelajah.co – Indonesia Accountability Watch (IAW) melayangkan kritik keras ke Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

Hal ini disebabkan oleh pertemuan yang mempertemukan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dengan pengacara Hotman Paris Hutapea di kediaman Dasco, buntutnya laporan PWI ke Polda Metro Jaya resmi dicabut.

IAW menilai langkah Dasco itu berbahaya, merujuk pada intervensi politik ke ranah hukum.

BACA JUGA

Geger Proyek Dinas PU Mendarat di KPK; Nama Wali Kota Diseret

22 September 2026

TNI Fair 2026, Stan Pusterad Dipadati Ribuan Pengunjung, Hadirkan Edukasi dan Beragam Inovasi

21 September 2026
Dasco Mengintervensi Penegakan Hukum

Direktur IAW, Drs. H. Hasan Basri, S.H, M.H tak kuasa menahan kekecewaan.

“Dasco bisa dibilang telah mengintervensi penegakan hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya,” kata Hasan, Jumat (31/7/2026).

Bagi IAW, tindakan politisi Partai Gerindra itu menciptakan preseden buruk. Seorang pimpinan DPR memanfaatkan kedekatan dengan kekuasaan untuk “mendamaikan” kasus yang sudah masuk proses hukum.

“Hukum itu berdiri sendiri tidak bisa dicampur aduk dengan kepentingan politik,” tegas Hasan Basri.

Kalau Politik Ikut Campur, Hancurlah Keadilan

Hasan Basri menyebut peran Dasco sebagai “makcomblang” patut dipertanyakan.

Apa kepentingan seorang Wakil Ketua DPR RI ikut campur urusan laporan polisi antara PWI dan Hotman Paris?

“Patut diduga ada sesuatu di balik pertemuan tersebut,” ujar Hasan.

Ia memperingatkan, jika hukum sudah ditunggangi politik, maka keadilan akan mati. “Kalau kepentingan politik sudah ikut bermain masalah proses hukum maka hancurlah penegakan hukum di negara ini. Tidak ada lagi penegakan hukum, tidak ada lagi keadilan,” ujarnya.

Hasan menegaskan: legislatif tidak boleh masuk ke ranah penegakan hukum. Hukum harus berjalan tegak lurus.

Kronologi: Dari Laporan ke Jabat Tangan

Polemik berawal saat Hotman Paris diduga melecehkan profesi wartawan. Saat jumpa pers di Kejagung pekan lalu, Hotman melontarkan: “Kamu punya otak nggak, tanya kekak”.

PWI Pusat langsung melapor ke Polda Metro Jaya.

Namun Selasa (28/7/2026) suasana berubah. Dasco mengunggah foto dirinya, Hotman, dan Akhmad Munir duduk semeja sambil berjabat tangan.

“Persatuan Indonesia. Silaturahmi bersama Ketua Umum PWI @munir.akhmad dan @hotmanparisofficial hari ini,” tulis Dasco.

Akhmad Munir membenarkan pertemuan itu atas undangan Dasco. Tujuannya: mengakhiri polemik dan mengedepankan persatuan.

Hasilnya: PWI Pusat memutuskan mencabut laporan polisi.
“Laporannya akan dicabut,” ujar Munir.

Bagi IAW, rekonsiliasi boleh. Tapi tidak dengan cara mencampuri proses hukum yang sudah berjalan.

Kini publik bertanya: apakah hukum di Indonesia masih bisa berdiri sendiri? Atau sudah jadi “barang dagangan” politik?

Tags: IAWIntervensi HukumKonflik Hotman-PWISufmi DascoWakil ketua DPR
Previous Post

Pengurus DPC PKB Barito Selatan Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Targetkan Tambah Kursi pada Pemilu 2029

Next Post

Dua Mantan Karyawan Rumah Makan Iga Konro Ibu Nur Penuhi Panggilan Polisi, Kuasa Hukum Sampaikan Sejumlah Keberatan

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Barsel Expo 19–25 September Didukung Pihak Ketiga, Slank Dijadwalkan Tampil

14 September 2026

Wabup Khristianto Yudha Tegaskan Penegakan Disiplin ASN di Pemkab Barsel

7 September 2026

CV Vabinendra Production Siapkan 30 Stand Gratis untuk UMKM di HUT ke-67 Barsel

14 September 2026

Wabup Barsel Resmikan Resort GKE Kamatang Pamelum Buntok

29 Agustus 2026

Gedung Tiga Lantai RSUD Jaraga Sasameh Ditarget Rampung 2027, Pemkab Barsel Temui Wamenkes

16 September 2026

Membanggakan! Siswi SMAN 1 Buntok Tembus Final Nasional AVIMSA, Wakili Kalteng ke Banjarmasin

24 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.