• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 4 Februari 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Permainan Sandiwara Sosial Media Para Pejabat Publik

Redaksi by Redaksi
23 Agustus 2025
in Sudut Pandang
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Makkah (Wakil Sekretaris PMII Cabang Kota Bandarlampung)

Publik baru-baru ini digemparkan oleh operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang pejabat tinggi: Emanuel Ebenezer, Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

Kasus ini sontak menjadi perbincangan, mengingat Noel sapaan akrabnya adalah wajah baru di pemerintahan yang dikenal luas sebagai mantan aktivis dan pendukung setia Presiden.

BACA JUGA

Cut habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

Makan Gratis dan Tanggung Jawab yang Selalu Menguap

3 Februari 2026
Cut habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

Ketika Ela “Mengelak”

1 Februari 2026

Sebelum menduduki jabatannya, Noel punya latar belakang yang cukup mentereng. Ia adalah seorang aktivis ’98 yang pernah berjuang bersama nama-nama seperti Adian Napitupulu dan Budiman Sudjatmiko.

Perjalanan ini membawanya ke ranah politik, di mana ia sempat memimpin dua kelompok relawan besar, yakni Jokowi Mania dan Prabowo Mania, yang loyal pada Pilpres 2019 dan 2024. Semua ini seolah menjadi tangga baginya untuk naik ke tampuk kekuasaan.

Media Sosial Panggung Sandiwara

Setelah dilantik, Noel dengan sigap menjadikan media sosial sebagai alat andalannya untuk membangun citra. Akun-akunnya penuh dengan konten yang membuatnya terlihat sebagai pejabat pro-rakyat yang tanggap.

Ia sering mengunggah video sidak ke perusahaan yang diduga melanggar aturan, menunjukkan gestur tegas dan peduli pada nasib pekerja.

Tidak hanya itu, Noel juga rajin melakukan siaran langsung di TikTok. Di sana, ia menampilkan dirinya sedang bekerja, seolah-olah masyarakat bisa mengintip langsung bagaimana ia menjembatani keluhan warga dengan pihak perusahaan yang bermasalah.

Konten-konten ini berhasil menciptakan ilusi bahwa ia adalah pejabat yang transparan, dekat dengan rakyat, dan benar-benar bekerja untuk publik.

Fakta di Balik Layar: Pesta

Namun, semua citra itu buyar dalam sekejap. Pada Jumat, 28 Agustus 2025, KPK mengumumkan fakta yang sangat mengejutkan. Noel ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerasan terhadap sejumlah perusahaan.

KPK menyebutkan, baru dua bulan menjabat, Noel juga telah menerima uang sebanyak Rp 3 miliar dari hasil pemerasan.

Uang haram itu, menurut temuan penyidik, digunakan untuk DP rumah di daerah Jakarta. Lebih parah lagi, KPK mengungkapkan bahwa Noel tidak hanya tahu soal praktik pemerasan terkait sertifikasi K3, tapi juga ikut menikmati hasilnya.

Praktik kotor ini membuat harga sertifikasi K3 yang awalnya hanya Rp 275 ribu melonjak drastis hingga Rp 6 juta. Kenaikan harga yang tak masuk akal ini menjadi bukti nyata adanya permainan busuk yang merugikan banyak pihak.

Jangan Mudah Percaya Pejabat

Pelajaran Penting untuk Kita Semua
Kasus Noel seharusnya menjadi tamparan keras bagi kita semua. Apa yang terlihat di media sosial sering kali berbeda jauh dengan kehidupan nyata. Seorang pejabat yang terlihat baik di dunia maya, rajin membuat konten positif, berinteraksi dengan publik, dan seolah peduli, bukan jaminan ia bersih dari praktik korupsi.

Oleh karena itu, jangan mudah percaya pada pejabat publik yang berbuat baik di media sosial. Masyarakat harus lebih kritis dan terus mengawasi setiap gerak-gerik pejabat publik tersebut.

Jangan biarkan hak-hak kita tergerus oleh pencitraan palsu. Kasus Noel adalah pengingat bahwa di antara para pejabat publik lainnya, mungkin masih banyak “Noel-Noel” lain yang bersembunyi di balik panggung media sosial, siap mengambil keuntungan dari kekuasaan yang mereka miliki.

Previous Post

Dua Mahasiswa UIN RIL Terpilih Ikuti Bootcamp Antikorupsi Nasional KPK

Next Post

Ukur Ulang Lahan SGC: Kemenangan Rakyat atas Kuasa Tanah

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

19 Januari 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Hampir Setahun Memimpin, Aktivis Nilai Kinerja Bupati Lampung Utara Jauh dari Janji Kampanye

12 Januari 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.