BANDAR LAMPUNG, Jelajah.co — Perkembangan sektor perumahan subsidi dan komersial di Provinsi Lampung terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut tercermin dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Pengembang Indonesia (PI) Provinsi Lampung yang menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan peran pengembang sebagai pejuang rumah rakyat, Minggu (11/1/2026).
Memasuki usia ke-9, PI Lampung dinilai semakin maju, solid, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan lintas sektor, termasuk perbankan, membuat PI Lampung kini menjadi salah satu asosiasi pengembang yang diperhitungkan. Sejumlah bank bahkan telah menempatkan PI Lampung sebagai mitra prioritas dalam penyaluran pembiayaan perumahan subsidi maupun komersial.
Ketua PI Lampung, Berkat Arpanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kekompakan dan kerja kolektif seluruh anggota. Dari sebelumnya berada di peringkat ke-13, PI Lampung kini berhasil menembus lima besar asosiasi properti di tingkat provinsi.
“Target kami tahun ini adalah masuk lima besar secara nasional. Itu akan dicapai melalui penguatan organisasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta peningkatan kualitas layanan perumahan bagi masyarakat,” ujar Berkat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina PI Lampung, Urianto Muslim, menegaskan target besar organisasi, yakni pencapaian 2.000 akad rumah subsidi dan komersial. Target tersebut diharapkan dapat terwujud melalui semangat saling bahu-membahu antaranggota.
Urianto juga menyampaikan bahwa jika PI pusat memiliki program Satu Hektare Satu Kecamatan sebagai strategi pemerataan pembangunan perumahan rakyat, maka PI Lampung mengusung semangat kebersamaan melalui program khas bertajuk “Ngopi Duduk, Cuan” sebagai sarana konsolidasi dan motivasi anggota.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Pengembang Indonesia, Muhammad Hidayat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menilai perkembangan PI Lampung sangat luar biasa. Menurutnya, semangat pengembang muda di Lampung berhasil mengangkat kinerja organisasi secara signifikan.
“Alhamdulillah, hingga 31 Desember 2025, kontribusi transaksi anggota PI secara nasional telah menembus Rp1 triliun lebih. Ini membuktikan PI mampu menjadi motor penggerak utama penyediaan rumah rakyat,” katanya.
Selain capaian transaksi, PI juga berhasil lolos proses verifikasi dan sertifikasi organisasi. Saat ini, PI pusat tercatat berada di peringkat tujuh besar Grade A, sekaligus masuk dalam jajaran asosiasi yang siap melakukan sertifikasi anggota secara berkelanjutan.
Ke depan, PI akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam mendukung program 3 juta rumah. PI juga menjajaki kerja sama lintas sektor dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Pertanian melalui pengembangan konsep agro property, yakni perumahan yang terintegrasi dengan kegiatan agribisnis.
Dengan dukungan perbankan sebagai pilar pembiayaan perumahan produktif, serta semangat kekompakan di usia ke-9, Pengembang Indonesia optimistis dapat terus berjalan beriringan, menjaga solidaritas, dan memperkuat perannya sebagai asosiasi properti yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta mendukung program perumahan nasional. (Red)







