Oleh: Hariz A’Rifa’i, S.Pd., M.I.Kom
Alumni UIN Raden Intan Lampung
Dalam setiap momentum pemilihan rektor, publik sering disuguhi narasi klise yang diawali dengan kalimat, “Jika terpilih, saya akan…” Namun, bagi civitas akademika UIN Raden Intan Lampung, kalimat semacam itu kini terasa usang. Sebab, mereka telah menyaksikan perubahan yang bukan sekadar dijanjikan, tetapi sudah bekerja nyata di bawah kepemimpinan Prof. H. Wan Jamaluddin, Ph.D.
Prof. Wan bukanlah sosok yang menjual gagasan spekulatif tentang masa depan. Ia telah membuktikan bahwa perubahan bukan hasil dari retorika, melainkan dari kerja sistematis dan visi yang dijalankan secara konsisten. Kepemimpinan baginya bukan soal memulai arah baru, melainkan menjaga keberlanjutan momentum dan memastikan transformasi tetap berlanjut dengan mutu terukur.
Jejak Nyata Kepemimpinan
Selama masa kepemimpinannya, UIN Raden Intan Lampung menorehkan capaian yang tak bisa diabaikan. Kampus ini berhasil meraih akreditasi “Unggul”, memperoleh sertifikasi ISO 9001:2025 dan ISO 21001:2018 dari British Standard Institution, serta menempati peringkat ke-5 PTKIN terbaik versi Webometrics 2025.
Lebih membanggakan lagi, UIN Raden Intan menempati peringkat ke-9 nasional dan ke-71 dunia dalam UI GreenMetric, menjadi kampus paling berkelanjutan di lingkungan PTKIN se-Indonesia. Capaian-capaian itu bukan sekadar angka, tetapi wujud dari manajemen berbasis mutu dan tata kelola kelembagaan yang modern.
Kampus yang Bertumbuh dan Diakui
Pertumbuhan UIN Raden Intan Lampung di bawah kepemimpinan Prof. Wan terlihat dari berbagai aspek. Jumlah guru besar meningkat hingga mencapai 47 orang, dua fakultas baru dibuka, dan kemitraan strategis dengan lembaga nasional maupun internasional terus diperluas.
Pada 2025, universitas ini menerima 5.377 mahasiswa baru melalui jalur SPAN-PTKIN — salah satu angka penerimaan tertinggi di Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa besar kepercayaan publik terhadap kredibilitas UIN Raden Intan.
Bahkan, dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Wali Kota Bandar Lampung turut memberikan bantuan untuk pendirian klinik dan rumah sakit kampus bukti konkret bahwa kapasitas kelembagaan UIN Raden Intan diakui hingga tingkat kebijakan eksternal.
Visi Besar, Kerja Terukur
Visi Prof. Wan yang dikenal dengan tagline “Universitas Rujukan Dunia dalam Lingkungan Berkelanjutan” dijalankan melalui Asta Karsa, delapan pilar strategis yang mencakup peningkatan mutu akademik, perluasan jejaring global, riset berdampak, penguatan mahasiswa berprestasi, SDM paripurna, tata kelola modern, dan kampus hijau berbasis nilai ekoteologi.
Konsep green campus di UIN Raden Intan bukan hanya tampilan lanskap hijau, tetapi paradigma etis dan epistemik yang hidup di seluruh aspek kehidupan kampus — dari riset, kurikulum, hingga energi. Prinsip ekoteologi menjelma menjadi budaya akademik yang membedakan UIN Raden Intan dari kampus lain.
Riset yang Berdaya Guna
Di bawah kepemimpinan Prof. Wan, kualitas riset kampus meningkat pesat. Jurnal Al-‘Adalah berhasil menembus indeks Scopus Q1 dengan SJR 0,372, menandai pengakuan internasional terhadap publikasi ilmiah UIN Raden Intan.
Selain itu, berbagai jurnal lainnya telah terakreditasi Sinta 2 dan Sinta 3, memperkuat ekosistem keilmuan di lingkungan kampus. Riset-riset tersebut juga memberi kontribusi historis, seperti keterlibatan kampus dalam penganugerahan gelar Pahlawan Nasional KH Ahmad Hanafiah dan Pahlawan Daerah Lampung Wan Abdurachman.
Mahasiswa Sebagai Subjek Kemajuan
Bagi Prof. Wan, mahasiswa bukan objek kebijakan, tetapi subjek kemajuan. Melalui program Karsa Mahasiswa Juara, mahasiswa didorong untuk berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Dukungan berupa beasiswa, pendampingan, dan Talent Hub disiapkan secara sistematis.
Menurutnya, ukuran keberhasilan universitas tidak hanya dilihat dari jumlah guru besar atau kemegahan bangunan, tetapi dari karakter dan karya mahasiswa yang lahir dari rahim kampus.
Digitalisasi dan Transparansi
Tata kelola kampus kini semakin modern melalui sistem digital terintegrasi UIN Smart System, yang menghubungkan seluruh layanan akademik, keuangan, dan kepegawaian. Digitalisasi ini bukan sekadar efisiensi birokrasi, tetapi bentuk nyata dari transparansi dan akuntabilitas publik menuju standar World-Class University.
Pemimpin yang Tenang dan Visioner
Prof. Wan dikenal sebagai sosok pemimpin yang tenang, rasional, dan rendah hati. Ia tidak gemar mengumbar jargon perubahan, tetapi menghadirkan perubahan lewat tindakan. Ia membangun sistem yang kokoh tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan — menyeimbangkan antara modernitas dan moralitas, capaian akademik dan nilai spiritualitas.
Kesinambungan yang Layak Dilanjutkan
Kini, ketika sebagian orang bertanya siapa yang pantas memimpin UIN Raden Intan ke depan, jawabannya sudah terlukis jelas: Prof. H. Wan Jamaluddin, Ph.D.
Ia bukan calon rektor yang menjanjikan apa yang akan dilakukan, tetapi pemimpin yang telah membuktikan apa yang telah dihasilkan.
Di tangan Prof. Wan, UIN Raden Intan Lampung tidak sekadar bergerak — ia bertumbuh, bertransformasi, dan berprestasi. Ia telah menjadikan kata dan kerja sebagai satu kesatuan yang menggerakkan perubahan. (Red)







