BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Program Studi Pendidikan Biologi (PSPB) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung (RIL) menggelar Workshop Pengembangan Instrumen Asesmen Berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam Pembelajaran Biologi, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic and Research Center UIN RIL tersebut diikuti dosen, mahasiswa, dan penggiat pendidikan. Sebanyak 155 mahasiswa PSPB angkatan 2023 tercatat mengikuti workshop.
Dekan FTK UIN RIL, Dr. Nanang Supriadi, M.Sc., membuka kegiatan sekaligus menekankan pentingnya penguatan kualitas pendidikan di tengah efisiensi anggaran.
Menurut Nanang, efisiensi tidak boleh mengurangi semangat sivitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran. Terlebih, kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi kebutuhan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan kompetitif.
“Kalau kita memiliki cita-cita Indonesia Emas 2045, maka perlu menciptakan soal-soal yang berorientasi HOTS, bukan lagi soal-soal yang biasa. Kita memiliki tanggung jawab intelektual untuk mempersiapkan itu,” ujarnya.
Ia berharap workshop tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menyusun instrumen asesmen yang berkualitas sekaligus melatih kemampuan mereka menghadapi penyusunan tugas akhir.
Ketua Prodi Pendidikan Biologi FTK UIN RIL, Dr. Supriyadi, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis dalam menyusun instrumen penilaian.
Menurutnya, hasil workshop diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas berpikir sekaligus memperkuat keterlibatan mahasiswa melalui praktik langsung.
Workshop menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan.
Dr. Dina Maulina, S.Pd., M.Si., dosen Pendidikan Biologi Universitas Lampung, menyampaikan materi “Assessment dan Evaluasi Pembelajaran Biologi Berbasis HOTS.”
Narasumber lainnya, Dr. Didi Nur Jamaluddin, M.Pd., dosen Tadris Biologi Universitas Islam Negeri Kudus, hadir secara daring membawakan materi “Pengembangan Instrumen Berpikir Kreatif dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Proyek pada Materi Tumbuhan Biji.”
Sementara Haikal Alfarizi, S.Pd., praktisi guru berprestasi sekaligus alumni Pendidikan Biologi UIN RIL, membagikan best practice mengenai asesmen dan evaluasi pembelajaran biologi di sekolah.
Selain pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab, praktik penyusunan instrumen HOTS, diskusi, hingga presentasi hasil kerja.
Melalui workshop tersebut, PSPB UIN RIL mendorong mahasiswa tidak hanya mampu memahami konsep asesmen, tetapi juga menghasilkan instrumen pembelajaran yang mampu mengasah kemampuan analisis, kreativitas, pemecahan masalah, dan berpikir kritis peserta didik.
Dengan demikian, penguatan asesmen berbasis HOTS diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon pendidik biologi yang lebih adaptif terhadap tuntutan pendidikan masa depan. (Rls)







