• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Selasa, 14 Juli 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Setahun Menjabat, Aktivis Nilai Bupati Tanggamus Kehabisan Arah

Redaksi by Redaksi
21 Februari 2026
in Lampung
A A
Share on FacebookShare on Twitter

TANGGAMUS, Jelajah.co — Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Kabupaten Tanggamus, sorotan tajam datang dari kalangan aktivis kebijakan publik. Mereka menilai pemerintahan daerah belum menunjukkan arah kepemimpinan yang kuat dan terkesan lebih sibuk mengurus konsolidasi politik ketimbang menuntaskan janji kepada rakyat.

Aktivis kebijakan publik Mareski menegaskan, satu tahun adalah waktu yang cukup untuk membuktikan keberpihakan kepala daerah terhadap kepentingan publik.

“Setahun itu cukup untuk menunjukkan arah. Jangan hanya sibuk menjaga kepentingan partai pengusung, tapi lupa bahwa janji politik itu diberikan kepada rakyat,” tegas Mareski.

BACA JUGA

MPLS Perdana TK Prima Bangsa Bandar Lampung, Wujudkan Generasi Bilingual Berkarakter

13 Juli 2026
Oplus_16908288

Kontraktor Keluhkan Hasil Mini Kompetisi Proyek Jalan Adipati Rp11 Miliar di Kota Metro

13 Juli 2026

Ia juga menyoroti lemahnya orkestrasi birokrasi yang seharusnya digerakkan oleh Sekretaris Daerah bersama jajaran kepala dinas. Menurutnya, dengan besarnya struktur anggaran Tahun 2025, tidak ada alasan bagi birokrasi bekerja biasa-biasa saja.

Mareski merinci, DAK Non Fisik mencapai Rp279.657.749.000, DAU Rp848.148.443.000, dan total transfer pusat (DBH, DAK, DAU, dan lainnya) menembus Rp1.541.188.001.000. Angka tersebut, kata dia, semestinya mampu menghadirkan perubahan nyata di lapangan.

“Sekda adalah motor birokrasi. Kalau koordinasi lemah, kepala dinas berjalan sendiri-sendiri, bahkan bermain dalam lingkaran kepentingan kelompok, maka anggaran besar hanya habis secara administratif tanpa dampak nyata,” ujarnya.

Ia mempertanyakan efektivitas penggunaan dana triliunan rupiah tersebut. Menurut Mareski, kondisi infrastruktur dasar masih memprihatinkan, pelayanan kesehatan belum optimal, dan penguatan ekonomi masyarakat bawah belum terasa signifikan.

“Uang triliunan itu bukan angka kecil. Kalau jalan tetap rusak, layanan kesehatan lambat, dan ekonomi rakyat stagnan, berarti ada masalah serius dalam manajemen dan pengawasan,” katanya.

Kritik serupa disampaikan Nopiyanto, Ketua Aliansi LSM Anti Korupsi Alak Lampung. Ia menilai, tahun pertama kepemimpinan seharusnya sudah menjadi fondasi kuat pembenahan sistem pengawasan internal.

“Dengan total transfer lebih dari Rp1,5 triliun, tidak boleh ada ruang abu-abu. Semua harus terukur, terpublikasi, dan dapat diaudit secara terbuka. Jika tidak, potensi inefisiensi bahkan penyimpangan sangat besar,” tegas Nopiyanto, Sabtu (21/02/2026).

Ia juga mendesak DPRD Kabupaten Tanggamus agar tidak sekadar menjadi lembaga formalitas pengesahan anggaran, melainkan benar-benar menjalankan fungsi kontrol.

“Masyarakat butuh jaminan bahwa setiap rupiah dari DAU, DAK Non Fisik, hingga DBH kembali dalam bentuk pelayanan. Jangan sampai anggaran besar hanya berputar di meja birokrasi,” ujarnya.

Secara terbuka, Mareski menyinggung potensi adanya lingkar kekuasaan di tubuh birokrasi yang bergerak demi kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Menurutnya, tantangan terbesar bupati di tahun kedua adalah memastikan tidak ada ruang bagi praktik semacam itu.

“Apakah bupati mampu mengendalikan bawahannya? Atau justru sekda dan kroni kepala dinas bergerak dengan agenda sendiri? Ini yang harus dijawab secara transparan,” katanya.

Kedua aktivis sepakat, tata kelola anggaran besar tanpa kepemimpinan tegas dan pengawasan ketat hanya akan melahirkan inefisiensi. Masyarakat, kata mereka, tidak membutuhkan alasan teknis, melainkan hasil nyata.

“Rakyat tidak peduli konflik internal birokrasi. Mereka ingin jalan bagus, puskesmas responsif, dan program ekonomi berjalan. Kalau itu tidak ada, anggaran besar hanya jadi angka tanpa makna,” tegas Mareski.

Menutup pernyataannya, Nopiyanto mengingatkan bahwa legitimasi politik kepala daerah tidak ditentukan oleh solidnya partai pengusung, melainkan oleh kepuasan rakyat.

“Tahun kedua adalah ujian sesungguhnya. Jika bupati tidak berani membenahi manajemen birokrasi dan fokus pada pelayanan publik, kepercayaan rakyat akan terkikis dengan sendirinya,” pungkasnya. (Red)

Previous Post

Jumat Berkah di Bulan Ramadhan: KBNI-News & PPWI Lampung Tebar Kepedulian untuk Sesama

Next Post

Pencopet Beraksi Saat Safari Ramadhan Dedi Mulyadi di Bekasi

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Tikam Sepupu Saat Ritual Adat Wara, Pria di Barsel Diamankan Polisi

12 Juli 2026

HUT ke-67, Pemkab Barsel Fokus pada Kegiatan Sederhana

13 Juli 2026

Pemkab Barsel Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan Dua Desa, Tim Verifikasi Segera Turun ke Lapangan

8 Juli 2026

DPP GASAK Desak Kejati dan BPK Audit Pengadaan Dinas Kominfo Pesisir Barat

16 Juni 2026

ALAM Demo Kejati Lampung, Desak Dugaan TPPU Oknum Jaksa Diusut Transparan

10 Juli 2026

Warga Laporkan Dugaan Pemuatan Kayu Ilegal di Lokasi Sengketa Lahan Majundre, Aparat Diminta Tindak Lanjuti

10 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.