• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 23 Agustus 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Jakarta

Suaka Kebangsaan dan Konsolidasi Alumni PMII: Membangun Solidaritas Tanpa Sekat

Redaksi by Redaksi
22 Februari 2025
in Jakarta, Pemerintahan
A A
Oplus_131072

Oplus_131072

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Edy Sudrajat (Alumni PMII Lampung, Ketua PB PMII 2005-2008)

 

Di tengah fragmentasi kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah sepatutnya setiap individu memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Terutama bagi para pembuat kebijakan, yang keputusannya berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Mereka diharapkan hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan, bukan sekadar menjadikan jabatan sebagai sarana memperkaya diri dan keluarga, yang pada akhirnya justru menumbuhkan pesimisme di kalangan rakyat terhadap perlindungan hak-hak mereka.

BACA JUGA

Memadukan Sejarah, UMKM, dan Lingkungan, Festival Batu Penggilingan IV Resmi Digelar

22 Agustus 2026

Meriahkan HUT RI ke-81, 10 Ribu Warga Padati Pesta Rakyat “Jamuan Rakyat” di Cakung

19 Agustus 2026

Dalam konteks ini, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VII dengan tema “Aktualisasi Potensi dan Memperkuat Konsolidasi untuk Kepentingan Nasional.” Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi cerminan dari sebuah ikhtiar kolektif untuk memperkuat kebersamaan dan mengoptimalkan potensi para alumni yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia.

Munas ini bukan hanya ajang perebutan kekuasaan, tetapi momentum untuk meneguhkan musyawarah mufakat sebagaimana tertuang dalam AD/ART organisasi. Lebih dari itu, Munas menjadi arena strategis dalam mengawal distribusi alumni, memastikan mereka mendapatkan posisi yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan hidup mereka. Tidak sedikit alumni yang telah mengisi ruang-ruang strategis di berbagai sektor, namun di sisi lain, ada pula yang masih berjuang untuk mendapatkan kestabilan ekonomi.

Di sinilah peran suaka kebangsaan yang sejati diuji. Munas ini harus mampu meruntuhkan sekat-sekat yang memisahkan alumni berdasarkan strata sosial, status ekonomi, atau perbedaan pilihan politik. Tidak seharusnya mereka yang telah sukses melupakan sahabat-sahabatnya yang masih berjuang. Ikatan kebersamaan yang terbentuk dalam rumah pergerakan PMII harus terus terjalin, tanpa terkikis oleh ego sektoral.

Munas VII IKA PMII baru bisa dikatakan sukses jika mampu merealisasikan gagasan suaka kebangsaan ini. Sebuah konsep yang bukan hanya menjadi jargon, melainkan nyata dalam tindakan: membantu sesama alumni, membuka akses kesempatan yang lebih luas, serta memastikan tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan bersama ini. Karena sejatinya, PMII adalah rumah bagi mereka yang pernah berproses di dalamnya, dan sahabat adalah panggilan yang seharusnya tetap hidup dalam kebersamaan tanpa batas.

Kini, tugas besar menanti. Mampukah Munas VII menjadi tonggak baru dalam membangun solidaritas dan distribusi yang lebih adil bagi para alumni? Jawabannya terletak pada keseriusan kita semua dalam mengawal amanat pergerakan ini.

Previous Post

Menuju Digitalisasi: Upaya Pemuda Pancasila DKI Jakarta dalam Validasi Data Anggota

Next Post

DPD PI Lampung Tegaskan Komitmen Bangun Perumahan Inklusif dan Berkelanjutan

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Warga Muara Malungai Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang, Sampaikan Protes Kondisi Jalan Rusak; PUPR Barsel Turunkan Alat Berat

8 Agustus 2026

Pemkab Barsel Pastikan Gaji PPPK Tetap Aman Ditengah Efisiensi

11 Agustus 2026

213 Pejabat Pemkab Barsel Dilantik, 111 Promosi dan 55 Mutasi

12 Agustus 2026

Haru! Nenek 91 Tahun Hadiri Upacara 17 Agustus 2026, Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Barsel

17 Agustus 2026

Polemik Tambang Emas Way Kanan, Andi Surya Siap Fasilitasi Tambang Rakyat Dilegalkan: WPR Jadi Kunci

18 Agustus 2026

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Tabak Kanilan, Diduga Akibat Truk Sawit Bertonase Tinggi

30 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.