BARITO SELATAN, Jelajah.co – Aksi seorang warga Desa Muara Malungai, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan, yang mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang menjadi perhatian publik. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes damai terhadap kondisi infrastruktur jalan desa yang dinilai belum mendapat penanganan memadai.
Warga tersebut, Ahmad Riyadi, menjelaskan bahwa pengibaran bendera setengah tiang bukan dimaksudkan untuk melecehkan simbol negara ataupun mengurangi penghormatan terhadap jasa para pahlawan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya ingin menegaskan bahwa tindakan ini sama sekali bukan bentuk pelecehan ataupun karena saya tidak tahu cara menghormati para pejuang kemerdekaan. Ini adalah bentuk protes moral dan jeritan nurani karena kami merasa keadilan sosial dan pemerataan pembangunan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat desa kami,” ujar Ahmad Riyadi, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, warga Desa Muara Malungai selama bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan yang rusak parah sehingga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menyebut wilayah tersebut merupakan sentra penghasil komoditas seperti karet, jagung, pisang, dan rotan. Namun, kerusakan jalan yang telah berlangsung sekitar empat hingga lima tahun membuat kendaraan pengangkut hasil pertanian kesulitan melintas.
“Kami hanya meminta jalan desa yang layak sesuai semangat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga para pemimpin mendengar jeritan masyarakat dan segera mewujudkan pembangunan jalan yang selama ini kami nantikan,” katanya.
Sempat Klarifikasi Konten Viral
Sebelumnya, Ahmad Riyadi juga sempat menjadi perhatian setelah mengunggah foto ambulans yang amblas akibat kondisi jalan menuju Desa Muara Malungai. Konten tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Atas unggahan tersebut, Camat Gunung Bintang Awai, Armadi, S.T., M.M., memanggil Kepala Desa Muara Malungai, Ketua BPD, serta Ahmad Riyadi untuk melakukan klarifikasi. Pertemuan tersebut turut disaksikan unsur Pemerintah Desa, Kapolsek GBA, dan Koramil GBA.
Ahmad Riyadi mengaku telah menyampaikan permohonan maaf apabila unggahannya menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
PUPR Turunkan Alat Berat
Menanggapi keluhan masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan menyatakan telah mulai melakukan penanganan terhadap ruas jalan yang dikeluhkan warga.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Barito Selatan, Ir. Rio Irakama Narang, S.T., M.T., mengatakan pihaknya telah menurunkan sejumlah alat berat ke lokasi.
“Tim Bina Marga sudah berada di lapangan. Hari ini grader mulai bekerja dan besok alat vibro akan masuk. Penanganan dilakukan melalui dana rutin pemeliharaan jalan karena saat ini anggaran daerah masih mengalami efisiensi dan belum ada dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Menurut Rio, perbaikan dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang viral di media sosial.
Pemerintah berharap penanganan tersebut dapat memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian warga Desa Muara Malungai dan sekitarnya. (Abeh)








